Minggu, 08 Desember 2019


Panen Padi di Tengah Bising Ibukota Negara

16 Okt 2019, 17:10 WIBEditor : Yulianto

Panen padi di lahan sawah abadi | Sumber Foto:Humas DKI

Darjamuni berharap budidaya padi di DKi Jakarta menjadi salah satu ajang untuk mendapatkan informasi teknologi

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Di tengah bising deru kendaraan bermotor dan rutinitas kesibukan yang padat, Ibukota Negara DKI Jakarta masih menyimpan asa memenuhi kebutuhan pangan. Meski luas lahan pertaniannya sempit, setidaknya Pemerintah DKI Jakarta tetap berupaya mempertahankan sawah yang ada dari gerusan alih fungsi lahan.

Bahkan Rabu (16/10), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta melakukan panen padi di kawasan sawah abadi di Kelurahan Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, pada musim tanam kedua tahun 2019 ini ada pertanaman padi seluas 3 hektar (ha) di kawasan sawah abadi Cakung Timur. Varietas yang dibudidayakan adalah Ciherang. “Produktivitas mencapai sekitar 6 ton gabah per hektar,” ujarnya saat Panen Padi.

Menurut Darjamuni, dipilihnya varietas padi Ciherang karena sejumlah pertimbangan. Diantaranya, lebih tahan hama dan penyakit, rendah emisi karbon, hingga masa tanam yang hanya memerlukan waktu 116 hari. “Kalau sudah diolah, tekstur nasi dari varietas Ciherang ini juga pulen dan wangi,” ujarnya.

Dinas KPKP DKI Jakarta telah melakukan konservasi sawah menjadi kawasan sawah abadi seluas 5 ha yang ada di Cakung Timur dan Ujung Menteng, Jakarta Timur. Hal itu dalam rangka mempertahankan sawah sebagai kawasan edukasi.

“Manfaat kawasan sawah abadi selain sebagai sarana edukasi juga merupakan ruang terbuka hijau atau RTH yang bisa digunakan untuk interaksi publik, budi daya padi, dan penelitian pertanian,” katanya.

Lahan abadi ini dapat menjadi sarana penelitian varietas terbaru yang dikeluarkan Kementerian Pertanian. Jadi ketika Kementan mengeluarkan varietas baru, akan dicoba ditanam di lahan abadi ini. “Memang tidak akan ditanam secara masal, tetapi setidaknya masyarakat Jakarta tahu bagaimana hasil dari varietas terbaru Kementan,” ujarnya.

Namun ke depan, Darjamuni berharap budidaya padi di DKi Jakarta menjadi salah satu ajang untuk mendapatkan informasi teknologi. “Kalau memungkinkan dapat dikembangkan sepetak atau dua petak.  Memang kita tidak bisa memproduksinya, tetapi setidaknya kita tahu bagaimana proses produksinya,” ungkapnya.

Kawasan sawah abadi ini juga ke depan akan diberdayakan sebagai sumber benih unggul untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta dan sekitarnya. “Semakin banyak memberikan manfaat tentu semakin baik. Tentunya, hal itu perlu didukung dengan inovasi dan terobosan baru,” katanya.

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018