Minggu, 08 Desember 2019


Berkat SERASI, Rawa Jejangkit Semakin Produktif dan Petani Kian Optimis

08 Nov 2019, 16:38 WIB

Pertanaman dengan menggunakan teknologi menjadi kunci dari pengolahan lahan rawa di Jejangkit | Sumber Foto:BALITBANGTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Jejangkit --- Dua tahun lalu, lahan rawa di Desa Jejangkit Muara, Kec. Jejangkit Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel) hanya berupa semak belukar tak bertuan. Setelah Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan program Serasi (Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani), sejak tahun 2017 lalu, wajah lahan rawa Desa Jejangkit sudah mengalami perubahan. Lahan rawa yang dulu semak belukar, saat ini sudah bisa dimanfaatkan petani untuk tanam padi, pelihara itik dan ikan.

"Kalau sebelumnya petani hanya bisa tanam 1 kali setahun dengan produktivitas 3 ton/ ha. Saat inì petani sudah bisa tanam padi varietas unggul 2-3 kali setahun dengan produktivitas 6,4 ton-7,9 ton/ha," kata Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Husnain.

Setelah lahan rawa Jekangkit ini dibuka dan dilakukan olah tanah dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, lahan tersebut saat ini sudah bisa dioptimalkan menjadi lahan pertanian. "Keberhasilan ini tak lepas dari bantuan dan kerjasama para pihak. Ditjen PSP secara masif kerahkan infrastrukturnya, BPPSDMP kerahkan penyuluhnya dan Balitbang Pertanian mengembangkan demfarm di sini, akhirnya bisa menyulap lahan rawa ini menjadi lahan sawah yang produktif," kenang Husnain.

Husnain juga mengatakan, lahan rawa Jejangkit kini menjadi berkah para petani, karena bisa dioptimalisasikan untuk usaha tani. Petani bisa tanam padi unggul dengan produktivitas meningkat hingga tiga kali lipat dibanding tanam padi lokal. Disamping itu, petani bisa pelihara itik sekitar 1.000 ekor/tahun yang nilainya Rp 70 juta/tahun. Petani juga bisa pelihara ikan yang nilainya Rp 6 juta/tahun (Rp 2 juta/musim panen).

Menurut Husnain, dengan inovasi teknologi dan penguatan kelembagaan petani yang selama ini dilakakukan, akhirnya membuahkan hasil gemilang. Petani Jejangkit bisa tanam beberapa varietas padi unggul besutan Balitbang Pertanian. Bahkan,petani juga bisa memanfaatkan alsintan canggih untuk olah lahan, tanam, pemupukan, penyemprotan hingga panen. "Semua pakai alsintan modern. Olah lahannya dengan traktor berbentuk perahu, tanam dengan rice transplanter, tebar bibit, pemupukan dan menyemprot hama dengan drone. Panennya menggunakan combine," paparnya.

Lahan rawa Jejangkit dan lahan rawa lainnya di tanah air sangat potensial untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian. Lahan rawa juga sebagai alternatif atas tingginya alih fungsi lahan pertanian yang terjadi tiap tahun.

Lumbung Pangan

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov.Kalimantan Selatan (Kalsel), H.Syamsir Rahman mengatakan, pengembangan lahan rawa untuk meningkatkan produksi pangan menjadi sektor unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel. Melalui program Serasi, Sulsel mendapat amanah untuk membuka lahan rawa seluas 120 ribu ha. Dari target tersebut seluas 60 ribu ha, atau separuhnya di Kabupaten Barito Kuala. "Di lahan rawa inilah nantinya bisa kami jadikan tempat untuk meningkatkan produksi beras. Sehingga Kalsel bisa menjadi lumbung pangan sekaligus penyangga pangan daerah lain," kata Syamsir Rahman.

Menurut Syamsir, selama ini Kalsel menjadi penyangga beras nasional urutan le-10. "Nanti kalau ibukota negara pindah ke Kalimantan, kami harus lebih giat lagi meningkatkan produksi padi di Kalsel," ujarnya.

Melalui aplikasi teknologi di lahan rawa dan keberhasilan demfarm yang dilakukan Balitbang Pertanian, lanjut Syamsir, lahan rawa Jejangkit telah menjadi berkah bagj petani. "Dulu hanya lahan semak belukar. Saat ini sudah berubah menjadi lahan pertanian produktif," katanya.

Syamsir mengaku, petani yang semula hanya bisa tanam 1 kali setahun (saat air surut atau kemarau), saat ini bisa tanam padi 2- 3 kali/tahun. Produktivitas padi unggul yang ditanam melimpah. " Untuk mengembangkan lahan rawa, pemerintah juga memberi bantuan saprodi (pupuk dan benih) dan banyak bantuan sarana dan prasarana lainnya," kata Syamsir.

Menurut Syamsir, program Serasi ini harus berlanjut. Sebab, lahan rawa bisa menjadi pilihan petani untuk membantu pemerintah meningkatkan produksi padi. Kareba itu, Pemprov Kalsel sejak awal tahun 2019 tak hanya fokus mengembangkan lahan rawa di Jejangkit, Kab.Barito Kuala.

Sejumlah kabupaten lainnya seperti Banjar, Tanah Laut, Tapin Tabalong, Hulu Sungai Tengah,Hulu Sungai Utara dan Selatan pun terus dikembangkan lahan rawanya agar bisa menjadi lahan pertanian produktif.

BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018