Jumat, 06 Desember 2019


Musim Kemarau, Tuban Panen Benih Jagung Hibrida Omzet Rp 140 Juta!

12 Nov 2019, 15:07 WIBEditor : Gesha

Suasana panen jagung hibrida di Tuban | Sumber Foto:RETNO

TABLOIDSINARTANI.COM, Tuban --- Di tengah musim kemarau beberapa daerah tidak dapat melakukan penanaman, namun lain halnya dengan Kabupaten Tuban yang justru panen benih jagung hingga mendatangkan omzet berlipat.

"Panen benih jagung hibrida ini, merupakan wujud nyata impian 8 tahun yang lalu atas gagasan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) kepada Bupati agar Tuban menjadi pusat perbenihan jagung hibrida," tutur Bupati Tuban, Fathul Huda mengapresiasi Kelompoktani Kecamatan Jatirogo yang telah berhasil melaksanakan panen benih jagung hibrida.

Bupati Huda juga berharap ada perusahaan pengelola hasil pertanian di Kabupaten Tuban. Sehingga mampu menyerap hasil pertanian seperti jagung, padi, maupun holtikultura lainnya dan menyerap tenaga kerja di Kabupaten Tuban.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Haris Syahbuddin menyampaikan selamat kepada petani Tuban, bahwa di beberapa daerah di musim kemarau tidak bisa tanam, di Tuban justru panen benih jagung hibrida. Dan menghasilkan rata-rata 4 ton dengan harga benih sekitar Rp 35 ribu. “Harapan ke depan, apabila nantinya petani dapat mengelola bisnisnya secara mandiri, maka  petani akan dapat keuntungan sendiri sekitar Rp 140 juta,” tukasnya.

Dirinya juga mengungkapkan rasa syukur bahwa pengembangan benih di Tuban didukung oleh pendampingan dari lembaga atau Balitbangtan yang sudah berstandar Pusat Unggulan Inovasi (PUI). Benih-benih yang dikembangkan telah memiliki lisensi, unggulan dan keterjaminan mutu produk teknologi secara nasional dan internasional.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Marsudi Tani, Kasmudji merasa bersyukur di musim kemarau musim tanam (MT) III, justru bisa panen benih jagung hibrida varietas Nasa 29 dengan produksi mencapai 3,5 - 6 ton per ha tongkol kering sawah dengan meraup keuntungan harga calon benih 2 kali lipat dari harga tanam konsumsi.

Poktan Marsudi Tani terletak di Desa Kebonharjo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Kasmudji mengaku, dulu banyak dicemooh kalau tanam benih jagung tidak akan berhasil karena banyak yang tidak jadi benih dan merugi. Namun setelah ada pendampingan dari Kementan, dan dirasakan keberhasilnya, kini banyak petani lain yang terinisiasi akan menanam benih jagung hibrida. Bahkan dari luasan tahap pertama 89,6 ha seluruh Kabupaten Tuban berkembang total seluas 400 ha.

Reporter : TIA/Retno Setianingsih (PBT Ahli Madya)
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018