Jumat, 06 Desember 2019


Begini Cara Petani Kendalikan FAW Secara Alami

26 Nov 2019, 05:58 WIBEditor : Gesha

Petani terbiasa menggunakan agens hayati untuk mengendalikan FAW | Sumber Foto:HUMAS TP

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang --- Munculnya serangan hama ulat grayak jenis baru Fall Armyworm (FAW) yang menyerang tanaman jagung di beberapa wilayah di Indonesia direspon cepat oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) melakukan pengamatan intensif di beberapa provinsi termasuk di wilayah Sumatera Selatan. "Seluruh petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), baik yang ada di lapangan maupun di BPTPH dan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tumbuhan (LPHP) saya instruksikan untuk mengawal tanaman jagung karena menurut informasi ulat grayak jenis Spodoptera frugiperda ini cukup berbahaya,” kata Kepala BPTPH Provinsi Sumatera Selatan, Tuti Murti saat mengunjungi Kelompok tani Jaya Tani di deşa Sri Mulyo Belitang Kabupaten Ogan komering Ulu Timur (OKU Timur).

Tuti menjelaskan bahwa hama baru ini memiliki kemampuan terbang dengan jarak tempuh 100 km per hari, untuk itü diperlukan tindakan secara cepat agar tidak menyebar secara luas.

Pengendalian ulat grayak menggunakan agens pengendali hayati telah dilakukan oleh petani di Sumatera Selatan, salah satunya adalah Kelompok Tani Jaya Tani, Deşa Sri Mulyo Kecamatan Belitang Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Agens hayati yang digunakan adalah Beauveria bassiana yang merupakan agens hayati dari jenis jamur atau cendawan.

"Poktan Jaya Tani telah terbiasa menggunakan agens hayati dan pestisida nabati untuk mengendalikan hama penyakit yang menyerang pertanamannya,” tukas Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tumbuhan (LPHP) Wilayah Belitang, Didi Juhandi.

 

Didi menjelaskan bahwa petani di desa tersebut sudah dapat merasakan manfaat penggunaan agens hayati untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Hama tanaman berkurang karena musuh alami hama mulai banyak dan biaya produksi bisa lebih murah dan sekaligus mensukseskan

Reporter : HUMAS TP/TIARA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018