Jumat, 06 Desember 2019


Pengembangan Perbenihan Jagung Hibrida di Kawasan Reklamasi Tambang

02 Des 2019, 06:17 WIBEditor : Gesha

Perbenihan jagung di lahan bekas tambang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani | Sumber Foto:RETNO

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Minahasa Utara --- Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Takdir Mulyadi mencanangkan Tanam Perdana Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani, Sabtu (30/11), di Desa  Maen, Kecamatan  Likupang Timur dengan lahan seluas 82,4 Ha dan varietas JH 37.  

"Pengembangan perbenihan dilokasi kawasan reklamasi tambang ini merupakan wujud kerjasama dalam pengembangan perbenihan jagung hibdrida dengan pihak swasta ( PT. MSM-TTN), Perguruan Tinggi (Univ. Sam Ratulangi) dan pemerintah daerah," ungkap Takdir kepada tabloidsinartani.com

Lebih lanjut Takdir menuturkan bahwa kerja sama tersebut mengawal dan mendampingi petani dalam meningkatkan kapasitasnya membuat benih jagung hibrida sendiri, hingga menciptakan kelembagaan bisnis perbenihan petani. "Sehingga akan berdampak pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraannya petani di lahan reklamasi tambang," tuturnya.

Pada acara yang sama, dilakukan penyerahan simbolis bantuan benih tetua jagung Hibrida JH 37 kepada petani kawasan sekitar reklamasi tambang melalui kerjasama dengan PT. MSM-TTN. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Balitsereal-Badan Litbang Pertanian, Kepala BPTP Prov. Sulawesi Utara, Kapus Lemlit  Universitas Samratulangi Manado (diwakili oleh Prof.Dr.Dingse Pandiangan, M.Si), Kepala BPSB Prov. Sulut, Direktur PT. Twinn, Dinas Pertanian Provinsi Sulut/Dinas Pertanian Kab Minahasa Utara, petani dan warga sekitar.

Dengan adanya pengembangan perbenihan ini, Takdir optimis Sulawesi Utara mampu dalam menyiapkan benih nasional. Disamping petani mampu membuat benih jagung hibrida sendiri, sehingga dapat menekan impor dan diharapkan dapat mengekspor benih jagung. 

Direktur PT. MSM-TTN, David Sompi menyampaikan rasa terima kasih bisa tanam benih jagung hibrida bersama dengan Kementerian Pertanian dalam rangka mengoptimalkan lahan Reklamasi Tambang. Harapannya program kerjasama dapat sukses dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar daerah tambang.

Kepala Balitsereal, Azrai program perbenihan tersebut mendukung upaya Gubernur dalam rangka menjadikan Sulawesi Utara sebagai daerah sentra perbenihan jagung hibrida untuk mewujudkan ketahanan nasional dan menjadi Provinsi Pengekspor benih jagung hibrida ke Negara tetangga. Pihaknya akan mendukung sepenuhnya program perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi ini melalui penyiapan benih sumber dan pendampingan teknologi.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Prov Sulut, M. Yusuf mengatakan pihaknya akan mendukung pendampingan teknologi, sedangkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Sulut akan mendampingi Sertifikasi benih yang dilakukan penangkar. Sementara itu, Kapus Lemlit Universitas Sam Ratulangi, diwakili oleh Dingse Pandiangan, menyampaikan sangat siap mendukung kegiatan petani menjadi Maju Mandiri dan Sejahtera (Mapalus) melalui Produksi Benih Jagung hibrida di Sulut.

Pada kesempatan ini, Ketua kelompok Tani Anugerah, Roy Salmon Pitoy mengungkapkan rasa syukur dan  menerima bantuan program korporasi benih jagung hibrida, karena selama ini selalu menerima benih dari luar. "Kami berharap petani Likupang Timur daerah lingkar tambang bisa membuat benih untuk Minahasa Utara bahkan lebih meluas untuk daerah lain, dan dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat banyak, bisa menciptakan lapangan kerja selain tambang juga dibidang pertanian. Terlebih Kementan melakukan pendampingan teknologi sehingga bisa dikembangkan petani secara terus menerus," tuturnya.

 

Reporter : Retno Setianingsih/TIA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018