Sabtu, 14 Desember 2019


Petani Handal Buat Benih, Untung Berlipat dan Provinsi Mandiri Benih

02 Des 2019, 06:32 WIBEditor : Gesha

Pertanaman benih jagung di Bone | Sumber Foto:Retno

TABLOIDSINARTANI.COM, Bone --- Disela tanam perdana kegiatan penangkaran benih jagung hibrida berbasis korporasi di Bone, Sulawesi Selatan seluas 100 ha, varietas Nasa 29. Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada petani Bone, bahwa kegiatan ini untuk mendukung program Gubernur Sulawesi Selatan yang mencanangkan “Sulawesi Selatan menjadi Provinsi Mandiri Benih Jagung Hibrida Tahun 2020”.

"Kementerian Pertanian bersinergi mendukung Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kapasitas petani, pintar membuat benih secara mandiri dengan memberikan fasilitas bantuan sarana produksi kepada poktan berupa bantuan benih tetua, pupuk, insektisida dan herbisida," ungkapnya.

Suksesnya program ini, diperlukan kerjasama semua pihak Pemerintah Pusat dan daerah juga swasta, untuk hilirnya harus ada perusahaan yang membeli benih petani (pengopkup benih). "Dimana benihnya nantinya akan dialokasikan untuk mendukung program pemerintah tahun 2020 maupun dijual free market," papar Takdir.

Senada dengan Takdir, Kepala Balitserealia, Azrai menuturkan petani Bone diharapankan mampu membuat benih sendiri secara insitu. Sehingga petani Bone bangkit mempunyai usaha benih di daerahnya dan menjadi petani mandiri. 

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Prov. Sulsel menjelaskan bahwa Bone merupakan salah satu penyumbang terbesar jagung di Sulsel, sayangnya selama ini hampir semua kebutuhan benih jagung hibrida dipenuhi dari luar daerah. "Sehingga perbenihan ini menjadi peluang bagi petani Bone agar bisa membuat benih insitu untuk mewujudkan impian Gubernur jadi Mandiri Benih Jagung Hibrida," tuturnya.

Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Selatan, Nico siap mengawal proses sertifikasi mutu benihnya. Hal tersebut tidak lepas dari peran pengawalan Pengawas Benih Tanaman (PBT) di lapangan. "Harapannya meskipun tidak ada program korporasi, petani bisa  berlanjut terus, petani sejahtera dan mandiri," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang berbeda Dekan Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin, Prof. Baharuddin beserta jajaran siap mendukung program Kementerian Pertanian melalui pendampingan teknologi, kelembagaan petani dan proses pembelajaran petani berwirausaha perbenihan.

Untung Berlipat

Di tingkat petani, adanya program perbenihan ini dirasakan betul. Salah satunya adalah Ketua Kelompok Tani (Poktan) Awang Pulu, Usman yang mengaku senang dengan adanya bantuan benih jagung hibrida. "Kami petani sangat terbantu mendapat perhatian pemerintah," tuturnya.

Keuntungan mampu dirasakan petani dengan adanya perbenihan ini. "Harga calon benih yang akan dibeli di atas harga konsumsi yang biasa dibeli Rp. 3.000/kg dan harus mengeringkan berupa pipilan kering, nantinya jika panen program ini, calon benih dibeli Rp. 5.000/kg  kering tongkol sawah," ungkap Usman.

Bisa dibayangkan, keuntungan petani bisa dua kali lipat daripada menjual jagung konsumsi biasa. "Paling penting, ga usah pusing mikirin pasar, " lanjut Usman.

Harapannya, bantuan korporasi jagung hibrida oleh pemerintah dapat membantu petani mengurangi biaya produksi saat masuk musim tanam, petani diuntungkan, makin bersemangat dan menjadi petani handal memproduksi benih jagung secara mandiri.  

Reporter : Retno Setianingsih/TIA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018