Sabtu, 14 Desember 2019


Membangun Industri Benih Nasional di Kota Bunga Tomohon

02 Des 2019, 06:44 WIBEditor : Gesha

Pertanaman benih di Tomohon | Sumber Foto:Retno

TABLOIDSINARTANI.COM, Tomohon --- Kementan yang diwakili oleh Takdir Mulyadi, Direktur Perbenihan, Ditjen  Tanaman Pangan, bersama Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Kota Tomohon, Steven Waworuntu melakukan tanam perdana seluas 21 ha, perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi Varietas JH 37 di Desa Tarata Dua, Kecamatan Tomohon Barat. 

Di sela-sela tanam perdana, Takdir menyampaikan bahwa, program ini dilakukan untuk mewujudkan keinginan Gubernur Sulut, Kota Tomohon dapat berkontribusi menjadi salah satu sentra pengembangan perbenihan jagung hibrida Sulut dan sebagai Pengekspor benih jagung hibrida ke Negara tetangga.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Balitsereal-Badan Litbang Pertanian, Kepala BPSB Provinsi Sulut,  Direktur PT. Twinn, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, petani dan warga sekitar. 

Di sela-sela tanam perdana, Takdir menyampaikan bahwa, program ini dilakukan untuk mewujudkan keinginan Gubernur Sulut, Kota Tomohon dapat berkontribusi menjadi salah satu sentra pengembangan perbenihan jagung hibrida Sulut dan sebagai Pengekspor benih jagung hibrida ke Negara tetangga,

Kepala Balitserealia, Muhammad Azrai menyambut sangat gembira adanya program dari Perbenihan, yang mempercepat hilirisasi hasil Inovasi Teknologi Balitbangtan untuk bisa dimanfaatkan hasilnya untuk kesejahteraan petani. Balitsereal bersama BPTP Prov Sulut akan siap bersinergi mengawal pendampingan teknologi program korporasi ini.

"Mengingat kegiatan Korporasi Perbenihan telah dirasakan manfaatnya seperti halnya di Tuban Jatim, memberikan keuntungan lebih tinggi yang biasanya 12 juta/ha semusim, dengan usaha perbenihan menjadi dua atau tiga kali lipat keuntungannya, petani ada jaminan pasar dengan mediasi melalui mitra swasta," bebernya.

Kepala BPSBTPH Provinsi Sulawesi Utara, Dolf  juga menyampaikan siap mengawal dan mendukung sertifikasi benihnya. "Tidak perlu diragukan lagi, Kota Tomohon telah 3 (tiga)  tahun ini pengalaman memproduksi jagung hibrida bahkan benihnya telah dipasarkan ke luar daerah (Sulteng dan Maluku Utara). Hal tersebut tidak lepas dari peran PBT di lapangan," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Kota Tomohon, Steven Waworuntu mengucapkan rasa terima kasih karena Tomohon terpilih mendapatkan alokasi kawasan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi,  bahkan beserta dengan jajarannya siap mendukung keberhasilan program ini dan jika dimungkinkan dapat diperluas, dimana kemampuan pengembangan lahan jagung Kota Tomohon seluas 400 ha.

"Mengingat topografi Kota Tomohon, perlu adanya  perhatian pemerintah pusat bantuan sarana prasarana perbenihan, pendampingan dan jaminan market, karena permasalahan selama ini adalah tidak ada jaminan pemasaran. Harapannya, program ini sukses, dirasakan manfaatnya oleh petani karena usaha sektor perbenihan lebih menguntungkan daripada tanam konsumsi," tuturnya.

Reporter : Retno Setianingsih/TIA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018