Jumat, 06 Desember 2019


Siapa Berminat? 20 Ribu Ton Beras CBP Turun Mutu bakal Dilelang

03 Des 2019, 17:17 WIBEditor : Yulianto

Beras Bulog saat sedang dikemas di salah satu penggilingan | Sumber Foto:Julian

Kondisinya beras yang turun mutuberbeda-beda tergantung hasil pemeriksaan di laboratorium dan BPOM Kementerian Kesehatan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Diperkirakan ada sebanyak 20 ribu ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang turun mutu di gudang Bulog. Rencananya perusahaan pelat merah tersebut akan melelang beras tersebut. Siapa berminat?

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, saat ini ada sekitar 20 ribu ton beras yang turun mutu. Namun demikian, kondisinya turun mutunya berbeda-beda tergantung hasil pemeriksaan di laboratorium dan BPOM Kementerian Kesehatan, serta rekomendasi Badan Ketahanan Pangan. Kementerian Pertanian.

“Beras yang masih bisa digunakan akan kita jual, tapi dengan harga yang diturunkan. Jika tidak digunakan, beras tersebut nantinya digunakan untuk tepung beras. Kalau juga tidak bisa jual untuk konsumsi, kita jual untuk pakan ternak. Kalau sama sekali tidak layak dikonsumsi untuk ternak, bisa dibuat jadi etanol,” tuturnya.

Mekanisme penjualan beras turun mutu tersebut menurut Buwas dengan sistem lelang. Nantinya dalam proses lelang, pihaknya akan memisahkan beras mana yang masih bisa dikonsumsi atau menjadi tepung, beras yang untuk pakan ternak dan etanol.

“Agar pemenang lelang tidak menyalahgunakan beras tersebut, misalnya yang semula untuk pakan, ternyata dijadikan tepung, kita akan adakan perjanjian,” kata Buwas.

Nantinya lanjut Buwas, uang hasil lelang yang diterima Bulog akan dilaporkan ke negara.  Selisih antara harga saat beli beras dan hasil lelang, Bulog akan meminta ke negara.

“Karena beras CBP kita akan ajukan selisih harga beli dan jual. Misalnya, jika saat beli harganya Rp 5.000/kg dan dijual dengan harga Rp 3.000/kg, selisihnya akan diganti negara. Ini semua sudah diatur. Keputusan akhirnya  ada di Menteri Keuangan,” tuturnya.

Menurut Buwas, pelepasan beras yang turun mutu tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 38 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. “Barang mati saja ada penyusutan, apalagi produk pangan pasti ada batas waktunya dan mengalami perubahan,” ujarnya.

Buwas mengungkapkan, beras sebanyak 20 ribu ton tersebut awalnya untuk program BPNT yang dikemas dengan ukuran 5 kg dan sudah dikirim ke beberapa wilayah. Beras tersebut merupakan produk tahun 2017. Artinya sudah hampir dua tahun berada di gudang Bulog. “Tapi ternyata program BPNT itu tidak menggunakan beras Bulog. Kalau untuk menarik kembali cost-nya tinggi,” tuturnya.

Ke depan, Buwas berharap, pemerintah bisa memberikan kepastian terhadap tugas Bulog, terutama dalam penanganan CBP. Bahkan untuk menghindari kerugian Bulog, Buwas mengusulkan agar pembelian CBP menggunakan APBN. “Kalau beli CBP pakai uang negara tidak ada bunga. Nah, Bulog yang merawat dan simpan beras pemerintah,” ujarnya.

 

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018