
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menebae benih padi yang menandakan mulainya membidik ekspor dari Bumi Sriwijaya
TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuasin --- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL).mengaku siap berkomitmen untuk menjadikan Sumsel sebagai salahsatu sumber ekspor beras Indonesia. Sumsel menjadi salah satu provinsi yang menjadi sasaran program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) yang merupakan program Kementan.
"Saya dan Gubernur Sumsel berkomitmen untuk menjadikan Sumsel salah satu sumber ekspor beras Indonesia. Kalau gubernur sudah mengatakan mau ekspor, berarti swasembada beras mereka Insyallah sudah tercapai. Kita naik kelas menuju ekspor. Mengenai jumlah ekspornya kita sedang persiapkan," ungkap Mentan SYL pada Kunjungan Kegiatan terkait Program SERASI di Desa Karang Baru, Kecamatan Sumber Marga Telang, Senin (23/12).
Kecamatan Sumber Margatelang memiliki potensi luas tanam 10.299 ha. Sekitar 2 ribu ha diantaranya sudah dikelola. Jadi masih ada 8rb ha. Pada 2020 akan ditanam padi 6rb ha dan jagung 2rb ha. Dari 10.299 ha potensi luas tanam di Kecamatan Sumber Margatelang, 3.794 ha diantaranya ada di Desa Karang Baru.
Pada kegiatan tersebut Mentan SYL didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati Banyuasin, Askolani Jasi, anggota-anggota DPR RI juga DPD, serta para pejabat lainnya melakukan tabur benih padi, pengolahan lahan dengan traktor rode empat, penyerahan bantuan sarana produksi pertanian (saprotan) juga alat dan mesin pertanian (alsinta) untuk para petani di Kabupaten Banyuasin.
Bantuan saprotan dan alsintan dinilai Mentan SYL dibutuhkan, namun bukan hal yang terpenting. "Hal yang terpenting saat ini kita sudah sampai pada titik bagaimana masyarakat bisa memiliki alsintan sendiri, Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi sendiri dengan melakukan korporasi pertanian, melakukan pendekatan dari ekosistem pertanian yang betul. Dengan demikian tentu saja bank akan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang cukup kepada kelompok-kelompok kita yang memang mau menyiapkan mekanisasi pada lahan luas yang mereka miliki. Dengan demikian efektivitas dan efesiensi bisa kita lakukan'" paparnya.
Sekarang ini produktivitas di Kecamatan Sumber Marga Telang masih sekitar 4 ton/ha, dengan perencanaan dan kerja yang benar, mekanisasi dan bibit yang baik, serta bimbingan maka dalam waktu dekat bisa naik lebih dari 6 ton.
Bupati akan turun tangan, para camat memberi perhatian melalui komando strategi pertanian (kostratani). "Beda 2 ton itu sama dengan 20 ribu kg. Saya rasa dengan 20 ribu kg pasti bisa menyelesaikan masalah pinjaman KUR. Lahan rawa ini harus diolah dengan benar," tukasnya.