Tuesday, 07 April 2020


Pertanian Barito Kuala, Penyangga Pangan Calon Ibukota Negara

10 Jan 2020, 16:24 WIBEditor : Gesha

Pertanaman petani di Batola diharapkan menjadi penyangga pangan calon Ibukota baru | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Barito Kuala ---- Pada perayaan hari jadi Kabupaten Barito Kuala (Batola) ke-60 tahun, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor meminta seluruh bupati dan walikota untuk mendukung provinsi ini dapat berperan sebagai penyangga kebutuhan pangan untuk ibukota Indonesia yang baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Batola akan dekat dengan calon ibukota baru, dengan melihat potensi produksi pangan kita tentu kita harap bisa menjadi pemasok bagi kebutuhan di Kaltim nantinya,” ujar Sahbirin Noor.

Sementara itu, Bupati Batola, Noormiliyani mengharapkan dukungan dari Gubernur Kalimantan Selatan dan Kementerian terkait untuk membangun wilayah ini untuk mewujudkan peningkatan  kesejahteraan masyarakat.

Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMBTPH), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen TP), Kementerian Pertanian (Kementan), Warjito yang turut hadir pada acara tersebut mendukung apa yang  dicita-citakan Bupati Batola. Ia mengatakan pihaknya dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan selama lima tahun terakhir telah memberikan bantuan untuk Kabupaten  Batola.

“Untuk alsintan saja jika ditotal ada 108 unit, rinciannya ada combine harvester sebanyak 64 unit, power threser 25 unit, dryer UV 1 unit, rice milling unit 13 unit dan corn sheller 6 unit,” tandas Warjito. Bantuan sarana produksi juga diberikan dalam rangka mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten ini.

Warjito menyampaikan pesan dari Dirjen Tanaman Pangan Suwandi bahwa akan dikembangkan pangan berbasis korporasi di kawasan. “Jadi programnya nanti namanya Propaktani yang akan terintegrasi dari hulu sampai hilir. Korporasi ini akan dikelola oleh unit manajer professional di cluster kawasan seluas 500 ha, terpadu dari hulu sampai hilir,” ungkapnya.

Warjito juga menyampaikan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk mengembangkan Kostratani di tiap kecamatan sebagai basis gerakkan berbagai program di lapangan, diantaranya program ProPaktani sehingga mampu meningkatkan produksi minimal 7 persen dan ekspornya tiga kali lipat.

”Saya harap Batola nanti juga bisa mengaplikasikan program Ditjen Tanaman Pangan ini untuk mendongkrak nilai tambah dan orientasi ke depan ekspor tiga kali lipat untuk pertanian yang maju, mandiri dan modern,” pungkasnya.  

Reporter : TIARA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018