Sabtu, 24 Februari 2024


NTB Optimis Target Produksi Padi, Jagung, Kedelai Tahun 2014 Tercapai

14 Agu 2014, 17:21 WIBEditor : Kontributor

Sebagaimana diketahui angka tetap (ATAP 2012) produksi padi di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 2.114.231 ton GKG, sedangkan tahun 2013 produksi padi sebesar 2.193.698 ton GKG. Terjadi peningkatan produksi padi sebesar 3,76%. Produksi jagung tahun 2013 adalah sebesar 633.773 ton pipilan kering, yang berarti terjadi penurunan produksi sebesar 1,38% bila dibandingkan dengan ATAP tahun 2012 yang mencapai 642.674 ton pipilan kering.

Penurunan produksi ini disebabkan karena luas panen jagung yang menurun dari 117.030 hektar pada tahun 2012 menjadi 110.273 hektar pada tahun 2013. Sedangkan produksi kedelai tahun 2013 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2012. Peningkatan produksinya yaitu sebesar 22,80%, di mana pada tahun 2012 produksi kedelai adalah sebesar 74.156 ton menjadi 91.065 ton pada tahun 2013.

Sementara berdasarkan (ARAM I) 2014 produksi padi sebesar 2.104.062 ton dengan sasaran 2.316.549 ton, Jagung sebesar 763.331 ton dengan sasaran 767.756 ton, sedangkan kedelai sebesar 99.195 ton dengan sasaran 135.765 ton. Sehingga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) optimis target produksi padi, jagung, dan kedelai tahun 2014 akan tercapai. Secara nasional pada tahun 2014 ini Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan jika produksi padi melalui Angka Ramalan (Aram I) mencapai 69,87 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar 1,98 persen atau 1,41 juta ton.

Penurunan produksi padi ini diperkirakan akibat dari berkurangnya luas panen padi dan akibat adanya banjir yang pernah mengepung awal tahun dan terjadi puso. Sementara itu Aram I untuk jagung ada kenaikan 18,55 juta ton naik 37,02 ribu ton atau 0,20% pada 2014 dari 18,51 juta ton 2013. Jagung naik karena pengembangan jenis hibrida ada juga produktivitas meningkat.

Selain itu, Aram I produksi kedelai capai 892,60 ribu ton 2014 naik 14,44% dari 779,99 ribu ton di 2013. Luas panen naik 50,44 ribu hektar dan produktitas naik 0,69 kuintal/ha.

 Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, Ir. Husni Fahri, MM dalam wawancaranya menjelaskan, sebagai salah satu daerah produksi sentra padi nasional, dalam beberapa tahun terakhir ini Nusa Tenggara Barat menunjukkan kinerja cukup bagus, pencapaian target-target nasional di daerah seperti produksi padi, kedelai dan jagung dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan.

Beliau juga mengatakan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak baik antar instansi terkait, dengan swasta, pengusaha dan lainnya guna membantu petani meningkatkan luas panen, produktivitas dan produksi serta suksesnya pembangunan pertanian baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Lebih dari itu Husni optimis NTB mampu tingkatkan produksi pangan.

Terkait bencana El Nino skala sedang yang akan mengancam seluruh kabupaten/kota di NTB sebagaimana dirilis dan disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kondisi ini terjadi pada bulan Juli, dan diperkirakan El-Nino semacam ini terjadi hingga akhir tahun. Namun, yang perlu dikhawatirkan adalah mundurnya musim hujan yang biasa datang pada Desember atau Januari. Jika itu terjadi, maka dampak kekeringan cukup parah. Dinas Pertanian terus mensosialisasikan atau menginformasikan ancaman El-Nino tersebut kepada seluruh petani. Khususnya menyangkut pola tanam. Karena jika pada masa El-Nino, petani menanam padi maka hasil tanamannya akan kering atau rusak. Tapi Husni tetap yakin kalau produksi komoditas strategis mencapai target.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018