Wednesday, 26 February 2020


Begini Upaya Daerah Tekan Rentan Rawan Pangan

30 Jan 2020, 12:24 WIBEditor : Gesha

Daerah rentan rawan pangan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Beberapa daerah pun tidak tinggal diam dalam menghadapi predikat rentan rawan pangan. Dengan intervensi program, pendampingan dan pemberian bantuan agar daerah tersebut memiliki ketahanan pangan yang kian membaik.

Seperti yang dilakukan oleh Sekertaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan, Ruzwan Efendi. Berdasarkan data dari BKP, Sumsel memiliki 2 kabupaten/kota yang memiliki status rentan rawan pangan. “Keduanya berada di daerah perbatasan yang memang masih terisolir, jauh dari jangkauan dan masyarakatnya pendidikannya kurang. Salah satunya adalah Musi Rawas Utara (Muratara),” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri memiliki target dalam mengentaskan kemiskinan, setiap tahunnya 1 digit sehingga pengentasan daerah rentan rawan pangan di Sumsel juga mendapatkan prioritas tersendiri. “Kita selalu usahakan selalu membuat program yang terintegrasi dari seluruh pihak terkait pengentasan kemiskinan dan rentan rawan pangan, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian dan sebagainya,” ungkapnya.

Salah satu yang tengah dilakukan Pemprov Sumsel adalah dengan memberikan bantuan bibit ayam, kambing, dan sapi. Kemudian aksesbilitas dan infrastruktur daerah yang rentan rawan pangan tersebut akan dibangun dengan baik, sehingga tidak ada lagi desa, kecamatan maupun kabupaten yang terisolir. “Dengan dibangunnya infrastruktur seperti ini, daerah-daerah tersebut terbuka dan mampu menurunkan hingga 0,5% angka kemiskinan di Sumsel,” bebernya.

Sementara itu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta juga tercatat menjadi salah satu daerah yang rentan rawan pangan. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentu saja tidak tinggal diam untuk menekan predikat rentan rawan pangan. “Pulau Seribu sebenarnya sekarang tidak masalah karena sudah ada Jak Grosir juga disana, kalau ada kekurangan kita langsung stok supply. Sudah seperti supermarket disana, semua kebutuhan masyarakat Kepulauan Seribu bisa diperoleh disana,” tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni.

Mengenai memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri melalui pertanian, Dinas KPKP DKI Jakarta juga sudah mempersiapkan lahan seluas 6 hektar untuk pertanian perkotaan di pulau Tidung Kecil. “Kemarin-kemarin kita sudah panen cabai, panen terong, panen kangkung darat, jagung. Luasan disana memang sekitar 17 hektar, kita akan kembangkan lagi,” tuturnya.

Untuk di pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu, Darjamuni menuturkan bahwa pihak Pemprov tidak bisa serta merta melakukan penanaman pertanian perkotaan disana mengingat ada beberapa pulau yang dimiliki oleh resort, lembaga pemerintah dan lain-lain. Kecuali jika pengelola pulau-pulau tersebut bermaksud menjalin kerjasama CSR dengan Pemprov DKI Jakarta terkait pertanian perkotaan.

“Kecuali kalau pulau-pulau yang memang dihuni oleh petani/nelayan seperti di pulau Payung, Pulau Pari yang ingin mengembangkan sayuran (maupun pertanian perkotaan) bisa kita bantu benih, pupuk dan sebagainya. Kita sebenarnya punya ambisi kalau kebutuhan sayuran segar di Kepulauan Seribu bisa kita penuhi sendiri,” bebernya.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018