Wednesday, 26 February 2020


Petani Tanah Laut Siap Penuhi Ketersediaan Benih Jagung

03 Feb 2020, 15:44 WIBEditor : Clara

Suwarno di tengah-tengah pertanaman jagung miliknya | Sumber Foto:Retno Setianingsih

TABLOIDSINARTANI, Tanah Laut --- Petani jagung di Kabupaten Tanah Laut siap memenuhi ketersediaan benih jagung hibrida untuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Kesiapan tersebut disampaikan oleh para petani jagung setelah merasakan manfaat ikut Korporasi Perbenihan Jagung Hibrida.

Kementerian Pertanian (Kementan) sejak 2019 telah menginisiasi kegiatan pengembangan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani melalui bantuan berupa sarana produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), infrastruktur dan akses pasar yang dikelola secara kelembagaan korporasi. Di samping itu, pengawalan, pembinaan dan pendampingan dalam memproduksi benih jagung hibrida juga dilakukan.  Pelaksanaan korporasi perbenihan ini akan terlaksana dengan 3 tahap selama 5 tahun.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas petani agar bisa mengelola bisnis usaha tani di bidang penangkaran benih jagung hibrida insitu secara mandiri, dan berkelanjutan. Hasil akhirnya, petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.

Ketua Kelompok Tani Garuda Makmur, Suwarno mengungkapkan ini sudah yang kedua kali menangkarkan benih jagung. Ia mengaku, meski semula pesimis karena dimulai saat musim kemarau, namun dengan adanya pendampingan dan pengawalan dari Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal), PT. Twinn, Pengawas Benih Tanaman (PBT), Petugas Lapangan serta POPT ternyata di musim kemarau masih bisa produksi.

Inilah yang membuat petani makin yakin dan mantap untuk tetap melanjutkan usaha tani penangkaran benih jagung. Banyak keuntungan yang dirasakan petani. Seperti menjadi pintar membuat benih, serta ada kepastian/jaminan pasar (kering tongkol sawah) ditimbang dan langsung dibayar. “Keuntungan lainnya, sisa hasil cabut bunga untuk pakan ternak, menciptakan lapangan kerja baru untuk tenaga cabut bunga dan harganya di atas harga konsumsi dan meningkatkan pendapatan petani,” ujar Suwarno.

Para petani  di Kabupaten Tanah Laut, pada 2020 meminta bantuan kegiatan penangkaran ini bisa diperluas lagi. Banyak petani sekitar yang ingin menangkarkan melihat beberapa keuntungan yang di terima petani. “Saya yakin di musim hujan ini hasilnya akan jauh lebih meningkat,” tanggap Suwarno.

Pencabutan Bunga Jantan

Salah satu kegiatan penting dalam proses produksi benih jagung hibrida adalah pelaksanaan detasseling yaitu pencabutan bunga jantan dari pohon induk tanaman betina, karena jagung merupakan tanaman berumah satu.  Detaseling dilakukan supaya terjadi perkawinan antara dua indukan, jika tidak dicabut maka akan terjadi perkawinan/penyerbukan sendiri. Cabut bunga dilakukan saat tanaman berumur 45-50 hari setelah tanam.

Pendamping Lapangan dari PT. Twinn, Rahman menjelaskan teknik pencabutan bunga jantan. Pertama, mencabut bunga jantan pada tanaman induk betina saat daun bendera belum terbuka bunga jantan belum pecah. “Selanjutnya, cabut bunga jantan pada induk betina dengan menggunakan tangan dan hendaknya dilakukan pada pagi hari. Kemudian, pencabutan bunga jantan pada semua tanaman betina secara selektif, jangan sampai ada yang tertinggal agar serbuk sarinya tidak membuahi tanaman betina lain,” jelasnya.

Reporter : Retno Setianingsih/Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018