Wednesday, 26 February 2020


Inilah Data Terbaru, Luas Lahan Baku Sawah 7,4 Juta Hektar

04 Feb 2020, 14:51 WIBEditor : Clara

Peta digital lahan baku sawah di Pulau Jawa | Sumber Foto:BPATP Kementan

enteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengatakan jumlah luas lahan baku sawah tahun 2019 adalah 7.463.948 hektar

TABLOIDSINARTANI.com, Jakarta---luas lahan baku sawah memang setiap tahunnya mengalami penurunan. Hal ini akibat jumlah konversi lahan yang selalu meningkat. Untuk di tahun 2019, ternyata luas lahan baku sawah bertambah dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengatakan jumlah luas lahan baku sawah tahun 2019 adalah 7.463.948 hektar. “Apabila dibandingkan dengan lua slahan baku sawah di tahun sebelumnya, angka ini jauh lebih tinggi 358 ribu hektar. Tetapi kalau dibandingkan data 2013, luas lahan baku sawah tahun 2019 mengalami penurunan akibat konversi lahan seluas 287.501 hektar,” ungkapnya saat Rilis Luas Lahan Baku Sawah Nasional 2019 dan Produksi Padi 2019 serta Soft Launching Agriculture War Room di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (4/2).

Sofyan kembali menjelaskan mengaka luas lahan baku sawah di tahun 2019 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya karena ada beberapa yang tidak terdata dengan tepat. Salah satu contohnya adalah lahan sawah yang tergenang air. “Memang kita menggunakan citra satelit, tetapi lahan sawah yang terendam air tidak terekam datanya karena diambil datanya pada saat musim hujan. Makanya banyak daerah yang melayangkan protes, akhirnya setelah kita cek lagi ternyata yang terendam itu adalah lahan sawah,” jelasnya.

Agar data yang dikeluarkan valid, dilakukan verifikasi ulang dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) dan citrasatelit. “Jadi kita lakukan verifkasi antar kementerian disejumlah daerah di Jawa Timur, Lampung, Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan Bangka Belitung,” sebut Sofyan.

Apabila dirinci, luas lahan baku sawah terbesar terdapat di Jawa Timur (1,21 juta hektar), Jawa Tengah (1,04 juta hektar), Jawa Barat (928.218 hektar), Sulawesi Selatan (654.818 hektar) dan Sumatera Selatan (470.602 hektar). “Hasil ini telah disepakati oleh semua tim teknis, sehingga yang menjadi data acuan utama,” kata Sofyan.

Hasil luas lahan baku ini merupakan kerjasama dari lintas kementerian dan lembaga. Kementerian dan lembaga yang terlibat didalamnya adalah Kementerian Agararia dan Tata Ruang, Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Informasi Geospasial (BIG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), serta Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT).

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018