Thursday, 06 August 2020


Porang, Primadona Baru Petani Kecamatan Kare, Madiun

23 Mar 2020, 18:28 WIBEditor : Yulianto

Porang kini menjadi primadona masyarakat Kecamatan Kare, Madiun | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Madiun---Umbi porang kini tengah naik pamor. Komoditas yang sebelumnya tak pernah mendapat perhatian khusus kini justru banyak dicari, karena manfaatnya yang sangat besar. Bahkan  komoditas ini berpotensi menembus pasar mancanegara.

Salah satu daerah yang masyarakatnya banyak membudidayakan umbi porang adalah di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kecamatan Kare merupakan bagian dari deretan Pegunungan Wilis yang memiliki ketinggian cukup untuk budidaya tanaman tersebut. Selain umbi porang, berbagai jenis tanaman perkebunan banyak dibudidayakan petani yakni kopi, cengkeh dan kakao.

Masyarakat memilih mengembangkan tanaman porang karena harganya kini cukup menggiurkan. Apalagi perawatannya tidak terlalu susah. Tanaman ini memang biasanya hidup di areal hutan. Karena itu sangat cocok untuk masyarakat Kecamatan Kare yang hampir seluruh desanya berbatasan dengan hutan.

Perlu diketahui porang adalah tanaman daerah tropis, termasuk family iles-iles. Tanaman ini mempunyai umbi dengan kandungan Glucomanan-nya cukup tinggi. Manfaat Porang banyak sekali terutama untuk industri dan kesehatan, terutama karena kandungan zat Glucomanan.

Manfaat lain umbi porang sebagai bahan baku lem, isolator listrik, pengental sirup, campuran alat-alat dalam pesawat terbang dan parasut, perekat tablet, pembungkus kapsul, penguat kertas, campuran makanan shirtaki dan konyiku, penjernih air.

Sedangkan khasiatnya bagi kesehatan tubuh, porang dapat mengurangi kadar kolesterol darah, memperlambat pengosongan perut dan mempercepat rasa kenyang sehingga cocok untuk makanan diet bagi penderita diabetes.

Porang merupakan serat yang secara alami dapat larut dalam air, tembus cahaya dan bersifat seperti agar-agar. Karena tidak bau dapat digunakan sebagai pengganti agar-agar atau gelatin. Porang banyak mengandung vitamin A dan B lebih tinggi dari kentang, kandungan karbohidratnya lebih dari 80 %. Komponen kimia yang terpenting adalah glukomana.

Tanaman Porang merupakan tumbuhan herba dan menchun. Batang tegak, lunak, batang halus berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun.

Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil/katak berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tanaman Porang. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter, tapi sangat tergantung umur dan kesuburan tanah.
Di Indonesia tanaman
porang dikenal dengan banyak nama tergantung pada daerah asalnya. Masyarakat Sunda menyebutnya acung atau acoanoray. Di Nganjuk disebut Kajrong. Banyak jenis tanaman yang sangat mirip dengan Porang yaitu diantaranya: Suweg, Iles-iles dan Walur.

Porang dapat tumbuh dengan baik dilahan hutan jati, hutan sono, hutan mahoni dan dibawah tanaman jagung. Karena itu porang sangat pantas jika diminati dan dibudidayakan masyarakat Kecamatan Kare atau masyarakat umumnya yang berada di sekitar kawasan hutan. Selain sangat mudah perawatannya, nilai ekonomisnya juga sangat tinggi.

 

Reporter : Agung S., Yeni (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018