Senin, 15 Juli 2024


Penuhi Protokol Kesehatan, Penyuluh dan Petani Kebumen Gerdal WBC

10 Apr 2020, 20:17 WIBEditor : Yulianto

Petani Kebumen melakukan Gerdal WBC | Sumber Foto:DOk. BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Kebumen—Wabah corono atau Covid-19 tak menghalangi petani di Kabupaten Kebumen turun ke sawah. Bertempat di Gapoktan Lestari Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam dilaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama wereng batang coklat (WBC).

Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), seluruh PPL dan THL TBPP di BPP Kecamatan Karanggayam, aparat Desa Kajoran, pengurus serta anggota Gapoktan Lestari. Sebanyak 35 anggota gapoktan antusias mengikuti acara gerdal ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen dan BPP Karanggayam yang telah memfasilitasi kegiatan gerdal ini,” kata Sukardi, Pengurus Gapoktan Lestari.

Sukardi mengungkapkan, untuk mengamankan tanaman padi yang terserang WBC seluas 4 ha, telah dilakukan beberapa kali pengendalian hama di beberapa desa wilayah Kecamatan Karanggayam. Diantaranya, di Desa Karanggayam, Pagebangan, dan Karangtengah.

Koordinator PPL BPP Karanggayam,Triyono Setyo Budi menyampaikan, tujuan gerdal ini untuk mengendalikan dan menekan populasi hama WBC. Namun demikian, menurut Triyono, semua yang mengikuti kegiatan Gerdal WBC itu tetap mengikuti protokol kewaspadaan sesuai himbauan pemerintah.

“Para penyuluh pertanian tetap mendampingi petani untuk menjaga ketersediaan pangan saat pandemi Covid-19,” katanya.  Sebelum melaksanakan gerdal dilakukan pengarahan tentang SOP saat gerdal oleh Mokhamad Sumedi.

Seperti diketahui, sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi pertanian. Seperti himbauan Menteri Pertanian, Syarul Yasin Limpo, agar SDM pertanian tetap bekerja dengan semangat, melaksanakan seruan pemerintah dengan jaga jarak (social/physical distancing), menghindari kerumunan banyak orang, serta sering cuci tangan pakai sabun setiap selesai melakukan aktivitas

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, insan pertanian yang berjuang menyediakan pangan menjadi pejuang Covid-19. Ini saatnya kita menjadi pahlawan untuk menyelamatkan bangsa, tentunya dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 saat beraktivitas ditengah lapangan,” katanya.

.

Reporter : Dedy/Yeni (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018