Sabtu, 24 Februari 2024


Trik Kendalikan Tungro

04 Sep 2014, 11:23 WIBEditor : Kontributor

Penyakit tungro disebabkan dua jenis virus yaitu “Rice Tungro Bacilliform Virus” (RTBV) dan “Rice Tungro Spherical Virus” (RTSV). Penyakit ini disebabkan wereng hijau (Nephotettix Virescens) sebagai dalang utamanya. Gejala serangan penyakit tungro ini adalah tanaman menjadi agak kerdil, daunnya berwarna kuning sampai orange. Perubahan warna ini tampak jelas pada daun nomor dua dari pucuk daun yang dimulai dari ujung daun sampai akhirnya seluruh helai daun.

Tanaman padi yang sudah terserang tungro tidak dapat disembuhkan. Pengendalian penyakit ditujukan untuk mencegah dan meluasnya serangan serta menekan populasi wereng hijau yang menularkan penyakit. Upaya pengendalian harus dilakukan secara terpadu.

 Waktu Tanam Tepat

Pengendalian tungro dilakukan dengan menanam sebelum terjadi kepadatan populasi vektor yang tinggi. Tanaman padi peka terhadap infeksi tungro sampai umur 45 HST (hari sesudah tanam). Usahakan menghindari infeksi pada periode tersebut dengan mengatur waktu tanam.

Puncak populasi wereng hijau terjadi pada 1,5-2 bulan setelah curah hujan mencapai puncaknya. Saat populasi wereng hijau mencapai puncaknya tanaman padi yang masih muda atau berumur 21-35 hari setelah tanam, sangat peka terserang tungro. Dengan demikian waktu tanam yang tepat adalah 30-45 hari sebelum puncak curah hujan atau pada saat curah hujan mencapai puncaknya.

Atur waktu tanam agar saat terjadi puncak kerapatan populasi dan intensitas tungro, tanaman telah berumur lebih dari 45 HST. Semakin muda tanaman terinfeksi maka semakin besar persentase kehilangan hasil yang ditimbulkan.

Tanam Serempak

Upaya menanam tepat waktu tidak efektif jika tidak dilakukan secara serempak. Penanaman yang tidak serempak akan menjamin ketersediaan inang dalam rentang waktu yang panjang bagi perkembangan virus tungro. Sedangkan bertanam serempak akan memutus siklus hidup wereng hijau dan keberadaan sumber inokulum.

Penularan tungro tidak akan terjadi apabila tidak tersedia sumber inokulum walaupun ditemukan wereng hijau sebaliknya walaupun populasi wereng hijau rendah akan terjadi penularan apabila tersedia sumber inokulum.

Menanam Varietas

Menanam varietas tahan merupakan komponen penting dalam pengendalian penyakit tungro. Varietas tahan artinya mampu mempertahankan diri dari infeksi virus dan atau penularan virus oleh wereng hijau. Meski terserang varietas tahan tidak menunjukkan kerusakan fatal, sehingga dapat menghasilkan secara normal.

Beberapa varietas tahan tungro antara lain Tukad Petanu, Tukad Unda, Tukad Balian, Kalimas, Bondoyudo, IR 66, IR 72 dan IR 74 dan sejumlah varietas Inpari juga dinyatakan sebagai tahan tungro.

Eradikasi Tanaman

Eradikasi atau memusnahkan tanaman terserang merupakan tindakan yang harus dilakukan untuk menghilangkan sumber inokulum, sehingga tidak tersedia sumber penularan. Eradikasi harus dilakukan sesegera mungkin setelah ada gejala serangan dengan cara mencabut seluruh tanaman sakit kemudian dibenamkan dalam tanah atau dibakar.

Pemupukan N

Pemupukan N yang berlebihan menyebabkan tanaman menjadi lemah, mudah terserang wereng hijau sehingga memudahkan terjadi infeksi tungro. Karena itu pemupukan N harus berdasarkan pengamatan dengan bagan warna daun (BWD) untuk mengetahui waktu pemupukan yang tepat. Dengan BWD, pemberian pupuk N secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan tanaman sehingga tanaman tidak akan menyerap N secara berlebihan.

Penggunaan Pestisida

Penggunaan pestisida dalam mengendalikan tungro bertujuan untuk eradikasi wereng hijau pada tanaman yang telah tertular tungro agar tidak menyebar ke pertanaman lain dan mencegah terjadinya infeksi virus pada tanaman sehat. Beberapa insektisida efektif terutama yang berbahan aktif BPMC, bufrezin, imidakloprid, carbofuran, MIPC atau tiametoksam.

Penggunaan insektisida butiran (carbofuran) lebih efektif mencegah penularan tungro. Insektisida hanya efektif menekan populasi wereng hijau pada pertanaman padi yang menerapkan pola tanam serempak.

Karena itu pengendalian penyakit tungro akan berhasil apabila dilakukan secara bersama-sama dalam hamparan relatif luas. Utamakan pencegahan melalui pengelolaan tanaman yang tepat untuk memperoleh tanaman yang sehat sehingga mampu bertahan dari ancaman hama dan penyakit. (Situs Agritani)

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018