Tuesday, 07 July 2020


Panen Padi di Lampung Berlanjut, Roda Alsintan pun Berputar

14 Apr 2020, 11:51 WIBEditor : Indarto

Petani Lampung sedang panen | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Hasil panen saat ini cukup bagus. Rata-rata produktivitasnya 6,2 ton/ha. Sedangkan harga gabahnya Rp 4.000 per kg.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung--- Apabila pertengahan Maret lalu hanya 5-6 hektar (ha) lahan sawah di Kab.Way Kanan, Lampung yang panen, sampai pertengahan April tahun ini lahan sawah yang panen sudah mulai meluas. Bahkan, petani yang menyewa combine harvester pun makin banyak.

" Kalau pertengahan Maret lalu memang baru Kec.Bahuga yang telah panen. Saat ini , dari total luas lahan di Way Kanan sebanyak 60 persen yang sudah panen," papar Ketua UPJA Mandiri, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rasid Wahyono, di Lampung, Selasa (14/4).

Menurut Rasid, pertengahan April ini kalau di Way Kanan belum memasuki puncak panen. Diperkirakan, akhir April atau awal Mei akan terjadi puncak panen.

" Tapi kalau dilihat per kampung memang ada yang sebagian sudah memasuki puncak panen. Ada juga sebagian kampung lainnya yang baru awal panen," jelasnya.

Rasid mengaku, hasil panen saat ini cukup bagus. Rata-rata produktivitasnya 6,2 ton/ha. Sedangkan harga gabahnya Rp 4.000 per kg.

Menurut Rasid, total luas lahan sawah di Way Kanan 2.183,49 ha. Dari total luas sawah tersebut, untuk lahan sawah irigasi seluas  1.715.03 ha dan sawah  tadah hujan 468, 46 ha.

Rasid mengatakan, petani pada umumnya menjual sebagian hasil panennya untuk modal mengolah sawah. Sedangkan sebagian hasil panennya disimpan di rumah untuk stok bahan pangan dan kebutuhan lainnya.

Combine dan TR 4 Laris Manis

Panen padi yang terjadi di Kab.Way Kanan, Lampung menjadi berkah tersendir bagi manajemen UPJA Mandiri. Sebab, saat panen tiba, banyak petani yang menyewa combine harvester (CH), traktor roda 4 (TR 4) dan traktor roda 2 (TR 2).

" Kalau di sini setelah panen langsung olah lahan. Sehingga banyak yang sewa CH dan TR 4 atau TR 2," ujar Rasid.

Menurut Rasid, sebagian kampung di Way Kanan sepertinya mengejar  tanam sebelum puasa. Sebagian petani juga mengejar tanam, agar sebelum Hari Raya Idul Fitri, masa tanamnya sudah tuntas.

Rasid juga mengatakan, karena ada pandemi virus corona (covid 19), petani yang melakukan aktivitas di sawah tetap menjaga jarak aman. Bahkan, setelah tiba di rumah, mereka langsung cuci tangan dan kaki pakai sabun.

Menurut Rasid, di tengah pandemi virus corona,  tak mengganggu kegiatan utama petani. Petani tetap melakukan usaha taninya seperti biasa dan mengikuti anjuran pemerintah.

" Kegiatan bertani sampai saat ini masih berjalan seperti biasa. Namun, petani tetap menjaga kewaspadaan," pungkas Rasid. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018