Tuesday, 07 July 2020


Panen Padi di Ngawi Telah Lewati Masa Puncak

15 Apr 2020, 11:31 WIBEditor : indarto

Padi di Ngawi siap panen | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Saat ini di sejumlah kecamatan, luas panennya sudah mulai berkurang.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Ngawi---Panen padi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) telah memasuki masa puncaknya pada akhir Maret lalu. Sampai pertengahan April 2020, luas panen padi di 19 Kecamatan di Ngawi tinggal 5 persen.

Kepala Dinas Pertanian Kab.Ngawi, Marsudi mengatakan, luas panen padi di Ngawi pada Maret lalu mencapai 30.402 ha. " Panen sampai 13 April 2020 sudah seluas 6.368 ha. Jadi, luas panennya pada April ini sudah berkurang. Karena itu padi yang masih di panen pada minggu depan tinggal 5 persen dari total luas tanam," papar Marsudi, di Ngawi, Rabu (15/4).

Marsudi mengatakan,  dari 19 kecamatan ada yang sudah tanam pada Oktober-Januari. Sehingga, pada Januari sudah ada yang panen meskipun tak terlalu luas. Selanjutnya ada juga yang panen pada Februari dan puncaknya pada Maret 2020

Menurut Marsudi,  luas tanam pada Oktober-Januari tercatat  49.614 ha. Sedangkan luas lahan sawah di Ngawi tercatat sebanyak 50.197 ha. " Dari luas lahan yang ditanami itu ada beberapa kecamatan yang pada Maret tahun ini telah panen semua. Seperti di Kecamatan Kasreman pada Maret lalu sudah panen seluas 813 ha," papar Marsudi.

Sedangkan sejumlah Kecamatan lainnya, lanjut Marsudi, pada (13/4) lalu masih panen. Diantaranya, Kecamatan Sine, Ngrambe, Jogorogo, Kendal, Geneng, Gerih, Kwadungan, Pangkur, Karangjati, Bringin,  dan Padas. " Di Kecamatan Kedunggalah pada Maret lalu panen seluas 4.119 ha. Kemudian pada pertengahan April masih panen seluas 120 ha," ujarnya.

Marsudi mengatakan,  karena masa puncak panen sudah lewat, sisanya (5 persen) yang akan panen segera diantaranya di Kecamatan Widodaren, Paron, dan Ngrambe. "Saat ini di sejumlah kecamatan lainnya, luas panennya sudah mulai berkurang (habis)," ujarnya.

Menurut Marsudi, petani sangat bersyukur, di tengah pandemi covid 19 masih mampu panen padi dengan produktivitas 8 ton/ ha. Sedangkan harga gabahnya juga cukup bagus. " Harga gabahnya antara Rp 4.200-Rp 4.500/Kg (GKP)," ujarnya.

Marsudi mengatakan, sebagian besar wilayah Ngawi pada April sudah masuk musim tanam ke dua (MP2). "Jadi , UPJA nya juga bergerak. Alsintan seperti combine harvester, traktor dan rice transplanter juga bergerak," kata Marsudi

Menurut Marsudi, padi yang dipanen petani umumnya sudah memanfaatkan combine harvester. Setelah panen, petani langsung olah lahan dengan traktor.  " Nanamnya juga pakai rice transplanter," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marsudi mengimbau petani agar selalu waspada terhadap pandemi covid 19. Petani diharap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap jaga jarak aman dan menggunakan masker ketika keluar rumah. Setelah aktivitas, petani diharap cuci tangan pakai sabun atau hand sanitiser. 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018