Sunday, 29 November 2020


Poktan Makmur Malang Sediakan Beras untuk Warga Terdampak Corona

23 Apr 2020, 12:50 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan Poktan Makmur, Malang | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Kelompok Tani (Poktan) Makmur di Desa Pamotan Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang mendapat kepercayaan mengelola lumbung pangan desa untuk bantuan sosial untuk warga terdampak Covid-19.

Seperti diketahui Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah menjamin stok pangan meski masyarakat dunia kini tengah was-was dengan adanya pandemi  virus  Covid-19 yang semakin meluas.

Saat ini menurut Ketua Poktan Makmur, Suliwoyo, tengah mengembangkan diverisifikasi usaha seperti kios saprodi, simpan pinjam, rice milling unit (RMU)/ penggilingan padi, jasa alsintan untuk pengolahan lahan sampai dengan pasca panen serta kawasan pangan ruah lestari (KRPL).

Luas lahan yang dimiliki Poktan Makmur 70 ha, dari total 1.371 ha yang terdapat di Kecamatan Dampit. Produksi rata-rata padi mencapai 8,5 ton GKS/ha.  Karena itu tak heran jika pada tahun 2013 Poktan Makmur meraih juara Adhi Karya Pangan Nusantara karena surplus dan mempunyai lumbung pangan desa yang pengelolaanya sudah modern.

Menurut penyuluh pendamping di Desa Pamotan, Jajang, lumbung pangan yang Poktan Makmur kelola bekerjasama dengan Universitas Brawijaya dalam pemasaran. Pemerintah Kabupaten Malang juga mempercayai untuk pengadaan dan penyaluran bantuan sosial beras untuk masyarakat terdampak corona.

Tercatat pada April sampai Juni menyediakan 53 ton/bulan.  Data Dinas Sosial Kabupaten Malang terdapat 69.740 rumah tangga miskin yang berhak menerima bantuan beras.

Meski tengah pandemik Covid 19, Jajang mengatakan, petani di Dampit tetap giat melaksanakan olah, tanam dan panen.  Tetapi yang harus dilakukan petani adalah selalu waspada, tidak panik dan melakukan semua protokol kewaspadaan.

“Adanya Covid 19 tak lantas membuat nyali mereka ciut. Sejumlah langkah kewaspadaan tetap mereka terapkan agar terhindar dari bahayanya virus tersebut,” kata Jajang. Terbukti, Kabupaten Malang sebagai salah satu penyangga pangan Provinsi Jawa Timur pada dua bulan ini  melangsungkan panen raya padi dan jagung.

Kostratani sebagai program strategis pertanian turut berperan tinggi dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi Covid-19. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, dengan Kostratani pertanian lebih maju mandiri, bahkan dengan pengolahan yang lebih modern. “Di tengah derasnya serangan wabah Covid-19 ini, masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, sebelas komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara intens,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga menegaskan, apapun yang terjadi pertanian tidak boleh berhenti karena pertanianlah yang menyediakan pangan. Jadi apa yang dinamakan pejuang atau pahlawan bukan hanya dokter, perawat, tapi juga seluruh petani di Indonesia.

“Petani lah yang menyediakan pangan. Coba bayangkan kalau sekarang dalam kondisi Covid-19 pangan bermasalah, maka akan sulit. Karenanya, pertanian tidak boleh berhenti,” kata Dedi.

Pertanian itu berperan sebagai penyedia pangan sumber karbohidrat, vitamin, dan protein, tidak kenal hari libur, produksi bahan makanan pada masa pandemi covid19 tetap terus berjalan.

 

Reporter : Jajang/Yeni/Asep (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018