Thursday, 26 November 2020


Padat Karya di Malang, Ciptakan Kantung Pangan Masyarakat

24 Apr 2020, 13:08 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan padat karya di Kota Malang | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Ancaman kerawanan pangan saat wabah Covid-19 dan Ramadan menjadi perhatian penting pemerintah. Karena itu dalam program padat karya diupayakan tercipta kantung pangan di pekarangan dan memanfaatkan lahan tidur.

Di Kota Malang, widyaiswara, penyuluh dan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), serta petani milenial bersinergi memberdayakan masyarakat menciptakan kantung pangan di pekarangan memanfaatkan lahan tidur.

Tidak hanya support dalam bentuk bahan pangan pokok, penyaluran dan pendampingan fasilitas tanam sayur pekarangan dengan sistem vertikultur juga dilakukan widyaiswara. Dengan didampingi Komunitas Tani Millenial, tower-tower sayur dipasang di sentra-sentra rawan pangan di Kota Malang.

“Penyuluh-penyuluh pendamping  kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dan P4S terus kami dorong untuk gerakan siaga pangan harian menjelang Ramadan,” kata widyaiswara BBPP Ketindan, Ajeng saat turun ke lapangan melakukan pendampingan.

Bukan hanya penyuluh, pada kegiatan itu tidak ketinggalan petani dan komunitas millenial turut serta bersinergis membantu pemberdayaan pangan. Alhamdulillah semua bergerak sesuai arahan Mentan dan Kepala Badan BPPSDMP,” ujarnya.

Seperti diketahui Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan bahwa pertanian tidak boleh mati, pertanian harus terus hidup untuk menyediakan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. “Panen raya di penjuru Indonesia serentak dilakukan untuk mengamankan pangan jutaan masyarakat Indonesia. Sebelas komoditas strategis telah dipastikan aman menjelang puasa dan Idul Fitri,” tegas SYL.

Sejalan dengan arahan Mentan, dalam mengatasi masalah pangan di masyarakat, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui UPT Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus mendorong kegiatan pendampingan di lapangan, pelatihan online dan bimbingan-bimbingan teknis terbatas terus diupayakan.

Upaya tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, bahwa bagian dari tugas BPPSDMP adalah mendorong seluruh insan pertanian bagaimana untuk mencegah Covid-19.

“Kementan menjamin ketersediaan 11 bahan strategis, termasuk peran sosial safety net yaitu memperkuat keamanan, ketahanan, dalam menghadapi Covid 19. Dengan program padat karya yang mensupport ketersediaan pangan nasional,” ujar Dedi.

Sebagaimana tupoksinya dalam mendeseminasi dan meningkatkan kompetensi SDM Pertanian, Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor, memastikan kegiatan pendampingan pertanian tetap berjalan, baik secara online maupun on-farm, dengan tetap memperhatikan protokol cegah penularan Covid-19.

 

 

 

Reporter : Ajeng/Yeni (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018