Wednesday, 23 September 2020


Sempat Terserang Wereng, Petani Tetap Berhasil Panen

29 Apr 2020, 16:50 WIBEditor : Yulianto

Petani sedang panen menggunakan mesin panen | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Balangan---Meski sempat terserang hama wereng batang cokelat (WBC), pertanaman padi milik petani di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, tetap berhasil panen dengan baik.

Keberhasilan ini karena petani bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) terus melakukan pengendalian hama wereng selama masa pertumbuhan padi. Seperti Yusuf Effendi, salah seorang petani dan anggota Kelompok Tani (Poktan) Tunas Muda Desa Galumbang, Kecamatan Juai,  Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan.

Yusuf mengatakan, Februari lalu tanaman padinya terserang hama wereng, namun dibantu POPT Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pengendalian di lahan sekitar 30 ha. "Alhamdulilah berkat bantuan petugas dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTH) Provinsi Kalsel saya dan teman-teman yang lain masih bisa panen," ujarnya.

Sumber pendapatan Yusuf dan petani lainnya bergantung pada hasil panen saat ini, apalagi disaat menjelang puasa dan Lebaran. Hasil panen yang diperoleh 5 ton lebih gabah kering panen (GKP), namun berkurang sedikit sekitar 10 persen dari biasanya 6 ton. “Tapi jika tidak cepet ditangani biasanya hanya memperoleh panen sekitar 10 karung perhektar, hanya 0,5 ton,” katanya.

Senada dengan Yusuf, Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) provinsi Kalsel Fauzi Noor mengatakan, wereng memang masih menjadi hama nomor satu di wilayah binaannya. Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti tidak serentaknya pertanaman, menggunakan varietas padi yang rentan hama penyakit, penggunaan pestisida yang tidak tepat dosis.

“Kunci utama pengendalian adalah pengamatan lapangan, petani harus rajin mengamati pertanamannya, dan melaporkan kepada petugas jika terjadi serangan sehingga cepat bisa diatasi seperti yang terjadi pada Poktan Tunas Muda,” jelasnya.

Fauzi menekankan, selama masa pandemi ini, BPTPH Kalimantan Selatan tetap melakukan pelayanan seperti biasa terhadap masyarakat. Unit reaksi cepat pun dibentuk dengan Brigade Proteksi Tanaman (BPT) yang tersebar di 4 wilayah/rayon di Kalimantan Selatan. Selain pengendalian hama, BPTPH juga rutin mengadakan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada para petani di 13 kabupaten dan kota di Kalsel.

“Hanya saja kegiatan yang dilakukan ini tidak bisa menyentuh seluruh daerah, karena keterbatasan jumlah personil. Tapi kami tetap bekerja optimal agar pengendalian wereng benar-benar membantu petani dan selamat produksi,” katanya.

Tercatat personil BPTPH di lapangan berjumlah 110 orang dengan jumlah wilayah binaan sebanyak 153 kecamatan dari 13 kab/kota, itu berarti 1 petugas bisa melayani 2-3 kecamatan. Dengan keterbatasan jumlah personil, dibutuhkan kerjasama yang baik antara petani, petugas POPT, dan penyuluh pertanian.

Peran Masyarakat

Fauzi berharap, kedepan masyarakat dapat lebih dapat mengambil peran dalam pengendalian hama. Misalnya, mengembangkan tanaman refugia, mengurangi penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, memperbanyak penggunaan agens hayati atau predator dan rajin melakukan mengamatan lahan pertaniannya.

“Jika kondisi ini bisa dicapai bukan tidak mungkin program peningkatan produksi di Provinsi Kalsel akan dapat terwujud,” ucapnya. Jika BPTPH bisa berperan optimal lanjut Fauzi, bukan tidak mungkin capaian target produksi padi nasional bisa tercapai, walaupun dihantam wabah corona seperti sekarang.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan pencapaian produksi tidak lepas dari peran perlindungan tanaman. Pengendalian hama dan OPT lainnya harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran, sehingga tidak menyebabkan kerugian petani dan menurunkan stok produksi.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pangan harus tetap menjadi prioritas meskipun ada pandemi, dan pangan merupakan basik utama. Kami juga menjamin stok pangan aman memasuki bulan puasa yang tinggal seminggu lagi,” katanya.

Karena itu, meskipun kondisi saat ini masih pandemic Corona, tidak menjadi penghalang bagi petani dan petugas pertanian untuk tetap berproduksi. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, terus memantau dan membantu jika ada kesulitan. “Ini lah yang komitmen Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, produksi dan kesejahteraan petani harus dijaga,” tegas Suwandi.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018