Monday, 30 November 2020


Sempat Terserang Ulat Grayak, Setelah Panen Petani Langsung Tanam

02 May 2020, 18:56 WIBEditor : Yulianto

Petani yang berhasil panen jagung | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Sempat terserang hama ulat grayak, petani jagung di Kecamatan Pagak, Malang, akhirnya berhasil panen. Bahkan  petani tancap gas, langsung mulai tanam jagung kembali.

Apa yang dilakukan petani dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan, selain beras. Bahkan pada musim tanam sekarang luas tanaman jagung di Kabupaten Malang diperkirakan akan bertambah karena sawah tadah hujan tak bisa ditanami padi lagi.

Salah satunya di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang yang merupakan daerah potensi tanaman jagung. Pada musim penghujan tahun 2019-2020 petani menanam jagung seluas 793 ha yang tersebar di delapan desa di Kecamatan Pagak yang panen pada Maret–April 2020.

Tutut Dianingsih, Mantri Tani di Kecamatan Pagak mengatakan, pada masa panen yang baru berakhir awal Mei ini hasil hasil ubinan rata-rata 7,754 kg Glondong Kering Panen atau produktivitas rata-rata 12,41 ton/ha Glondong Kering Panen (GKP).  Pada awal tanam jagung,  banyak tanaman yang terserang hama ulat grayak jenis baru (Spodoptera frugiferda). “Hal ini hampir membuat harapan petani untuk panen jagung hilang,” ujarnya.

Dalam upaya untuk mengatasi hal tersebut, Tutut mengatakan, petugas POPT, mantri tani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) bekerjasama melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) hama ulat grayak di beberapa tempat dikuti semua petani jagung agar dapat mengendalikan serangannya.

Pada umur 3 minggu – 1 bulan hama ulat grayak dapat dikendalikan dan teratasi. Pada umur 35 hari tanaman kembali pulih, membuat semangat petani kembali untuk bertanam,” ungkap Tutut.

Berdasarkan informasi dari BMKG, prakiraan musim kemarau tahun ini akan terjadi mulai Mei 2020. Pada musim ini petani di kecamatan Pagak akan mendapatkan bantuan benih jagung dari pemerintah untuk pertanamn seluas 860 ha dari Anggaran APBD I Provinsi Jawa Timur dan APBN.

Semoga hasil panennya nanti dapat meningkatkan pendapatan petani dan terus mendukung logistik pangan dalam rangka penanggulangan Covid-19,”  kata Tutut

Upaya menyelamatkan tanaman jagung dari serangan ulat grayak tersebut menjadi salah satu upaya mengatasi kerawanan pangan menghadapi wabah Covid 19. Bahkan hal itu menjadi perhatian penting pemerintah melalui Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan, pertanian tidak boleh mati, pertanian harus terus hidup untuk menyediakan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Apalagi panen raya serentak dilakukan untuk mengamankan pangan jutaan masyarakat Indonesia. Sebelas komoditas strategis telah dipastikan aman menjelang puasa dan Idul Fitri,” tegas SYL.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, meskipun saat ini negara sedangan dilanda wabah Covid-19, tetapi petani tetap semangat menanam, mengolah dan panen. Ini membuktikan pertanian tidak berhenti.

 

Reporter : Tutut/Yeni (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018