Tuesday, 27 October 2020


Dengan Program IPDMIP, Sambas Genjot Produksi

14 May 2020, 17:39 WIBEditor : Yulianto

Petani di Kabupaten Sambas sedang menanam padi | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas--- Program Sekolah Lapang (SL) Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat mulai menuai hasil. Pertumbuhan tanaman padi nampak menghijau dan sehat.

Untuk menjaga agar tak gagal panen, Penyuluh Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas, Darma Irawan, mengatakan petani dan penyuluh tetap mengawal pertanaman, meski di tengah pandemi Covid-19. “Kita semua berharap bahwa tanaman padi petani SL IPDMIP seluas 75 Ha ini tetap sehat dan bisa berproduksi berkali lipat,” katanya.

Pada musim tanam sebelumnya menurut Darma, produktivitas tanaman meningkat 30 persen dari 5,25 ton menjadi 6,83 ton GKP/ha. Saya yakin dengan perkembangan tanaman yang ada, petani yang sudah mengikuti SL musim ini dapat meningkatkan kembali produktivitasnya guna memastikan ketersediaan pangan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas M. Yayan Kurniawan mengatakan, pihaknya telah memberikan dukungan maksimal kepada kelompok. Misalnya, pemberian sarana dan prasarana produksi seperti pupuk, pestisida dan pembelajaran kepada petani dengan menyesuaikan karakteristik wilayah di Sambas.

Program IPDMP diharapkan dapat menggenjot produksi padi di Sambas. Apalagi saat ini di tengah pandemi Covid-19, banyak sektor perekonomian melemah, termasuk masyarakat bawah yang terdampak, bahkan menimbulkan kepanikan. Sektor pertanian termasuk yang bertahan, terutama untuk ketersediaan pangan.

Untuk mengantisipasi kebutuhan pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia Kementerian Pertanian terus melakukan beberapa langkah stategis. Diantaranya gerakan terus menanam dan meningkatkan hasil berkali lipat.

“Kita bisa lihat secara langsung, panen padi terus dilakukan  diseluruh wilayah secara bergantian. Ini artinya pangan kita tercukupi. Sampai Mei ini dalam neraca nasional secara keseluruhan, ketersediaan pangan cukup bagus dan cukup terkendali dengan aman,” ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan penyuluh dan petani bekerjasama dalam mempertahankan ketersedian pangan didaerah. Mereka adalah pahlawan pangan di tengah pandemi Covid-19 untuk memastikan hasil yang berkali lipat.

Untuk mendukung program utama strategis Kementerian Pertanian, kata Dedi, petani harus terus didorong agar dapat melakukan hilirisasi kegiatan usaha taninya baik secara on-farm maupun off-farm. Pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan infeksi Covid-19 ini.

Pertanian berperan sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan untuk menjaga imunitas tubuh. Semuanya harus menjaga 11 komoditas stok pangan dan mengawalnya,” kata Dedi.

 

Reporter : BBPP KETINDAN
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018