Monday, 30 November 2020


Dongkrak Produksi, Petani Sidoarjo Tanam Padi Hasil Teknologi Nuklir

15 May 2020, 20:59 WIBEditor : Yulianto

Penghitungan ubinan uji coba padi Bestari hasil teknologi nuklir | Sumber Foto:Rizky

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidoarjo----Alih fungsi lahan menjadi salah satu masalah tersendiri bagi dunia pertanian. Hampir semua sentra produksi pangan menghadapi persoalan tersebut, termasuk Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Namun makin berkurang luas lahan pertanian tidak menyurutkan semangat Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Kabupaten Sidoarjo, Eni Rustianingsih untuk terus menggenjot produksi pertanian, khususnya tanaman padi.

Setiap insan pertanian di bawah tanggungjawab Eni, diwajibkan bekerja dengan semangat tinggi meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dengan penerapan Flexible Work Arrangement.  

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo melakukan beberapa upaya untuk menggenjot produksi. Salah satunya,  intesifikasi pertanian dengan penggunaan benih unggul yang memiliki potensi hasil tinggi. Upaya tersebut tergolong dalam peningkatan produksi dari aspek genetik.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo bekerjasama dengan BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) dalam kegiatan Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) mengadakan uji coba penanaman varietas padi unggul hasil pemuliaan lembaga tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Terungkulon Kecamatan Krian dengan menanam varietas Bestari seluas 5 ha pada MH 2019/2020.

Pelaksanaan Kegiatan PHLIN dihadiri Kepala Desa Terungkulon, Ketua Gapoktan Tani Makmur, Ketua Poktan Tani Makmur I, Penyuluh Pertanian dan anggota Poktan Tani Makmur I. Pertemuan berisi sosialisasi program PHLIN serta pemaparan kepada petani mengenai deskripsi varietas Bestari.

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan persemaian padi menggunakan teknologi persemaian padi sistem kering. Pindah tanam dilakukan menggunakan mesin tanam (rice transplanter) oleh Sholikhul Hadi, anggota Poktan Tani Makmur I.  “Persemaian padi sistem kering lebih hemat benih dan mudah dalam pemeliharaan. Tanam dengan mesin tanam lebih cepat dan efisien, tanpa kendala,” ungkap Sholikul.

Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan akhir April lalu, produktivitas padi varietas Bestari mencapai 8,48 ton/ha Gabah Kering Panen GKP. “Kami puas, varietas Bestari bagus, lebih tahan hama dan anakan produktif lebih banyak dari varietas lain, produksinya tinggi,” ujar H. Sutarjo, Ketua Poktan Tani Makmur I .

Rizki Ramadhani, Penyuluh Pertanian Kecamatan Krian saat berlangsungnya ubinan, berharap ke depan varietas Bestari bisa dikembangkan melalui penangkar benih dan dapat disebarkan untuk petani secara luas. Ubinan tersebut menutup rangkaian kegiatan PHLIN selama satu musim tanam.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian akan terus produktif dan tidak pernah berhenti. Dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 semoga insan pertanian dapat memenuhi harapan Menteri Pertanian dalam mewujudkan kemandirian pangan bangsa.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan mengatakan,  penyuluh pertanian merupakan inti dari agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian harus hebat dan mampu mengelola pertanian yang ada di masyarakat.

"Kalau begitu, pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang lebih baik, memanfaatkan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita," tegas Syahrul.

 

Reporter : Rizky/ Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018