Saturday, 06 June 2020


Humbahas Garap 50 ribu Ha Lahan Padi Gogo dan Jagung

18 May 2020, 12:39 WIBEditor : Yulianto

Bupati Humbahas saat video confrence dengan Mentan SYL | Sumber Foto:Dok. Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Humbang Hasundutan----Humbang Hasundutan, kabupaten di Sumatera Utara ini akan mengembangkan 50 ribu hektar (ha) lahan padi gogo dan jagung. Namun demikian, Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor berharap, pemerintah memberikan tambahan bantuan eksavator.

“Saat ini di Humbang Hasundutan terdapat lahan sekitar 50.000 ha yang dapat diolah menjadi lahan tanaman padi gogo, jagung, maupun holtikultura,“ kata Dosmar. 

Saat ini petani di Humbahas sedang panen padi. Hasil pengubinan di Desa Bonan Dolok mencapai 6,24 ton/ha dengan luasan 80 ha. Untuk pertanaman musim kedua pada Mei, Kabupaten Humbahas memprioritaskan penanaman bawang merah dan jagung.

Dosmar menyatakan pihaknya saat ini membutuhkan penambahan eskavator. Walau telah menerima eskavator dari Kementan sekitar 11 unit tapi alat tersebut masih kurang.  "Harapan kami pada momen ini, kebetulan saya sedang bersama petani, kalau boleh Pak Menteri agar kami bisa dibantu, biar lahan kami boleh dibuka kembali, sehingga lahan pertanian bertambah luas dan padi gogo sekarang menjadi komoditi terbaru di Humbahas karena hasilnya sangat luar biasa,” tutur Dosmar.

Lebih lanjut, Bupati Humbahas menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Humbahas telah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan dampak covid-19 yang dipergunakan dalam rangka ketahanan pangan melalui pemberian bantuan pengolahan gratis, bantuan benih/bibit dan pemberian pupuk. Namun demikian, di tengah pandemi virus corona, Humbahas siap menjaga ketahanan pangan nasional.

“Bibit jagung dan bawang merah diberikan secara gratis. Pemberikan insentif berupa pembebasan biaya pengolahan lahan petani secara gratis melalui excavator 11 unit dan traktor 63 unit," kata Dosmar.

Sebelumnya dalam video conferen bersama kepala daerah dalam rangka gerakan percepatan tanam padi dan jagung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan kepala daerah agar persiapan pangan terhadap dampak Covid-19 ini menjadi perhatian serius semua.

Kepada gubernur bersama bupati agar menjaga ketersediaan pangan Indonesia. Apalagi berdasarkan ramalan cuaca dari BMKG akan terjadi kemarau panjang. "Agar segera dipersiapkan lahan-lahan pertanian. Lahan yang telah panen untuk segera dilakukan persiapan penanaman,“ pinta SYL, sapaan akrab Mentan Syahrul.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan, gerakan percepatan tanam ini sesuatu yang tidak bisa ditawar. Hal ini mengingat rekomendasi FAO tentang ancaman krisis panjang akibat musim kemarau yg diprediksi akan terjadi pada puncak Agustus 2020. Kementan menargetkan luas tambah tanam padi periode April – September 2020 seluas 5,62 juta ha yang dapat menghasilkan beras sebanyak 15,05 juta ton.

"Untuk itu, pertanaman padi Mei sampai September 2020 harus dioptimalkan agar target luas tambah tanam itu tercapai. Gerakan tanam serentak ini pasti bisa mewujudkan hal tersebut. Jika skema ini berjalan dengan baik, stok beras kita pastikan aman hingga akhir tahun 2020," tegas Suwandi.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018