Tuesday, 07 July 2020


Ganti Nasi Anda dengan Sarapan Pangan Lokal

30 May 2020, 06:39 WIBEditor : Gesha

mie ubi ungu | Sumber Foto:yul

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Konsumsi pangan lokal kembali digelorakan di masa new normal ini. Sebagai langkah awal, Anda mungkin bisa mengganti menu sarapan dari nasi menjadi beberapa sumber karbohidrat dari pangan lokal yang penuh energi.

Bicara sarapan pasti orang langsung teringat makan nasi goreng, bubur, lontong sayur atau sekedar roti.  Tapi untuk penderita diabetes, aneka olahan nasi atau terigu tersebut harus dihindari demi kesehatan. 

Lantas sarapan apa yang bisa menggantikan porsi nasi tersebut? Aneka karbohidrat lain dari pangan lokal justru lebih aman dikonsumsi.

"Pangan lokal kita beragam lho, ada ubi jalar, singkong dan lainnya yang jauh lebih aman daripada olahan nasi, bahkan jauh lebih berenergi," beber Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor (IPB University), Prof.Dr.Ir. Ali Khomsan, MS.

Berikut ini pilihan pangan lokal yang bisa Anda konsumsi sebagai pengganti nasi,

Ubi Jalar 

Dalam satu buah ubi jalar (200 gram) mengandung 180 kalori, 41,4 gram karbohidrat, hingga 0,3 gram lemak. Kandungan tersebut cukup untuk melengkapi nutrisi di pagi hari.

Para ahli gizi di Indonesia bahkan menyarankan untuk mengkonsumsi ubi, guna meningkatkan fungsi otak agar kamu tetap konsentrasi terhadap pekerjaan.

Selain itu, Anda juga tak perlu khawatir kelaparan di pagi hari. Karena, ubi mengandung serat alami yang bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama. Tentunya, kesehatan pencernaan juga terjaga.

Untuk penderita diabetes, bisa memilih ubi jalar ungu karena memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga dapat mencegah oebsitas sekaligus kaya akan serat. Kandungan serat ini dapat membantu masyarakat Indonesia untuk memenuhi kekurangan asupam serat.

"Bangsa Indonesia kekurangan serat. Sehari, rata-rata hanya 10,5 gram, padahal dibutuhkan sekitar 20-30 gram sehari," lanjut Ali.

Sebagai bahan pangan non gluten, Ali mengatakan ubi ungu juga memiliki kandungan betakaroten dan antosianin yang tinggi. Kedua kandungan ini memiliki dampak positif terhadap pemeliharaan kesehatan tubuh.

Mungkin ada yang protes bahwa konsumsi ubi jalar dalam bentuk alaminya itu rentan membuat perut kembung dan buang angin (kentut). "Memang, mengkonsumsi pangan kaya serat plus karbohidrat berpotensi menimbulkan gas berlebih dalam lambung," tambah Ali.

Solusinya, ubi jalar (sweet potato) tersebut diolah lebih lanjut, bisa menjadi tepung ubi jalar/ungu, tiwul, mie, kerupuk/opak, ender-ender (keripik), rengginang (eyek-eyek), kemplang, cheese stick, pizza, es ubi ungu, dan lainnya.

Jenis pangan lokal lain yang bisa disantap saat sarapan 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018