Wednesday, 01 December 2021


Inpari Nutri Zinc, Tangguh di Lahan Pasang Surut

01 Jun 2020, 08:47 WIBEditor : Yulianto

Penghitungan ubinan Inpari Nutri Zinc | Sumber Foto:dok. BPTP Kalbar

TABLOIDSINARTANI.COM, Kubu Raya---Inpari Nutri Zinc merupakan varietas unggul yang menjadi alternatif pencegahan stunting di Indonesia. Dengan kandungan seng sebesar 34,51 ppm lebih tinggi dari padi pada umumnya di Indonesia, terutama Ciherang (24,01 ppm). 

Bukan hanya kandungan seng yang tinggi, varietas ini ternyata cukup tangguh saat ditanam di lahan pasang surut. Terbukti saat demfarm Inpari Nutri Zinc dilaksanakan di lahan pasang surut Parit Solo Desa Parit Keladi dan Desa Sui Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya seluas 4 ha pada Kelompok Tani Barito dan Kelompok Tani Abdi Tani.

Dari pengamalam petani terungkap varietas Inpari Nutri Zinc ini cukup tahan dengan rendaman. Misalnya saat tanaman berumur sekitar 10 HST (hari setelah tanam), terendam kurang lebih hampir 3 minggu, ternyata sekitar 50 persen masih bisa bertahan. Padahal kondisi ini tidak ada dalam deskripsi varietas Inpari IR Nutri Zinc.

Selain itu varietas ini memiliki daun bendera yang tegak dan gabah terlindung daun, sehingga cukup aman dari serangan burung. Selain itu, diinformasikan juga oleh petani produksi yang diperoleh 5,57 ton/ha. Produksi yang dicapai ini lebih tinggi dari produksi yang biasa dicapai petani yakni 4 ton/ha.

Varietas Inpari IR Nutri Zinc yang dikenalkan melalui demfarm itu, mendapatkankan respon yang baik dari petani. Hal ini karena beberapa keunggulan varietas ini di pertanaman. Diantaranya, ketahanan tanaman terhadap rendaman, daun benderanya yang tinggi dan gabahnya yang terlindungi daun.

Kelebihan lainnya, produksinya yang cukup tinggi dan tekstur nasinya yang pulen, disamping tentunya kandungan Zinc nya yang tinggi yang berguna untuk mencegah stunting. Respon terhadap Inpari Nutri Zinc ditunjukkan beberapa petani di luar petani kooperator yang berencana akan  menanam varietas ini pada musim tanam 2020.

Varieta Inpari Nutri Zinc merupakan salah satu dari enam varietas dengan keuggulan khusus. Varietas ini memiliki potensi kandungan Zn sebesar 34,51 ppm dengan rata-rata kandungan Zn sekitar 29,54 ppm. Potensi hasilnya rata-rata 9,98 ton/ha, tapi rata-rata hasilnya 6,21 ton/ha.

Kelebihan varietas ini, agak tahan dengan  WBC biotipe 1 dan 2, namun agak rentan WBC biotipe 3. Sementara terhadap hawar daun bakter (HBD), agak tahan penyakit HDB patotipe III, tapi rentan HDB patotipe IV dan VIII pada stadia vegetatif dan generatif. Terhadap blas, tahan blas ras 033, 073, 133, tapi rentan blas ras 173, agak tahan tungri inoculum Garut dan Purwakarta.

Pada umur tanaman sekitar 15 hari dengan daun bendera yang tegal, bentuk gabah ramping dan tektur nasi pulen dengan kadar amilosa 16,60 persen. Varietas ini baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 m dpl.

Demfarm dengan PTT

Kegiatan demfarm yang melibatkan peneliti, penyuluh BPTP Kalimantan Barat dan penyuluh di daerah dan tentunya petani sebagai kooperator menggunakan benih label putih (FS). Dalam budidaya menerapkan teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dan komponen teknologi lainnya. Diantaranya, pengolahan tanah secara sempurna dan penggunaan bahan organik jerami padi.

Penanamannnya menggunakan bibit muda di bawah 21 HSS (hari setelah semai), 2 – 3 batang/lubang dengan sistem tanam jajar legowo 4:1. Pemupukan menggunakan pupuk hayati Bacillus sp, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), panen dan pasca panen. 

Benih label putih dalam kegiatan demfarm merupakan kelas benih yang tinggi. Dengan demikian, masih bisa digunakan kembali menjadi benih dengan turunannya kelas benih label ungu (SS/BP) dan label biru (ES/BR).

Karena itu, dilakukan pendaftaran sertifikasi benih ke Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sertifikasi benih (UPTPSB) Provinsi Kalimantan Barat melalui Pengawas Benih Tanaman (PBT) Kubu Raya. Benih yang dihasilkan nantinya dapat didesiminasikan kepada pengguna dengan harapan varietas Inpari Nutri Zinc ini dapat lebih dikenal dan tersebar dimasyarakat.

Sebagaimana diketahui seng (Zinc) merupakan salah satu zat yang diperlukan untuk pertumbuhan. Meski zinc dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang tidak banyak, namun kekurangan zat tersebut akan membuat fungsi organ tubuh berjalan tidak sempurna. Jika kekurangan zinc ini terjadi pada anak-anak, maka akan berakibat kekerdilan atau stunting.

Padi/beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang dikonsumsi setiap hari. Namun varietas padi yang ada memiliki kandungan Zn rendah. Ironisnya defisiensi gizi Zn banyak terjadi di negara yang menjadikan beras sebagai sumber pangan.

Kondisi ini menjadi alasan untuk melakukan biofortifikasi padi yang dapat meningkatkan kadar Zn beras giling. Biofortifikasi adalah proses peningkatan kualitas nutrisi tanaman pangan melalui cara agronomi, pemuliaan tanaman konvensional atau bioteknologi modern. Biofortifikasi tanaman pangan dalam jumlah besar telah disarankan untuk menjadi alternatif, komplementer dan pendekatan yang berkelanjutan untuk mengatasi kekurangan Zn.  

Varietas Inpari IR Nutri Zinc yang baru dilepas tentunya belum dikenal dan tersebar di masyarakat, terkhusus di Kalimantan Barat. Disisi lain, Kalimantan Barat juga merupakan salah satu provinsi yang memiliki prevelensi stunting cukup tinggi, sehingga pengenalan varietas ini perlu dilakukan.

BPTP sebagai kepanjangan tangan Badan Litbang Pertanian berkewajiban memperkenalkan dan menyebarluaskan inovasi teknologi tersebut. Salah satu cara mendiseminasikan inovasi teknologi yang langsung bersentuhan dengan petani sebagai pelaku utama/pelaku usaha adalah demontrasi. 

Melalui demonstrasi, petani dapat langsung melihat secata nyata inovasi teknologi yang diterapkan. Demontsrasi farming atau demfarm di lahan petani diharapkan dapat memperkenalkan dan menyebarluaskan varietas Inpari Nutri Zinc dimasyarakat, sehingga pengetahuan petani tentang varietas meningkat.

 

Reporter : Sari Nurita (BPTP Kalbar)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018