Thursday, 02 July 2020


Tanam Padi Sawah di Pot dan Pekarangan, Kenapa Tidak?

03 Jun 2020, 14:59 WIBEditor : Gesha

Padi sawah di pekarangan | Sumber Foto:Pondok Hijau

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung --- Pernah melihat video hamparan padi sawah di dalam ruangan?Ternyata cara serupa juga bisa kita lakukan lho di Indonesia. Bertanam padi sawah kini juga bisa dilakukan di lahan pekarangan menggunakan pot atau polibag. Caranya bagaimana?

Hamparan pot-pot berisi padi sawah terlihat di Posko Hijau milik Praktisi Teknologi Tepat Guna sekaligus pengamat dan praktisi persampahan, Sonson Garsoni di Bandung, Jawa Barat. 

"Dengan memanfaatkan lumpur probiotik padat dari pengolahan limbah organik rumah tangga. Padi ini ditanam dalam pot dan ditaruh di atap rumah atau pekarangan sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan maupun pedesaan yang sekarang kian menyempit," bebernya.

Tak hanya lumpur padat, lumpur cair probiotik tersebut bisa digunakan untuk hidroponik dan kolam ikan, sehingga bisa menjadi menghasilkan ketahanan pangan skala rumah tangga secara langsung.

Lebih lanjut Sonson menuturkan untuk menghasilkan lumpur probiotik ini, setiap rumah tangga bisa memisahkan sampah organik yang dihasilkan dan memasukkan dalam reaktor biodigester skala rumah tangga yaitu berukuran  1000 liter yang membutuhkan 25 liter air dan 25 kg limbah organik. "Sehingga bisa menghasilkan lumpur sebanyak 25 liter dan biogas dengan jumlah yang lebih kecil," tambahnya.

Adapun keunggulan dari sawah Portabel ini dibandingkan dengan sawah biasa adalah bisa dipanen 4 kali setahun tanpa jeda pertanaman. "Tidak membutuhkan perawatan antar panen misalnya mengolah lahan dan lainnya. Tidak perlu ada irigasi, dan kerumitan penyemaian," urainya.

Masyarakat bisa memulai dengan sistem tanam benih langsung (Tabela) dan dalam waktu 90 hari bisa dipanen hasilnya. Produktivitas pun lebih tinggi karena tidak ada saling bersaing nutrisi antar tanaman. "Varietasnya padi tahan atau toleran kekeringan. Kalau khawatir hama burung yang bisa sering hinggap, bisa menggunakan paranet sehingga masih tetap mendapatkan sinar matahari langsung," tambahnya.

Berdasarkan pengalamannya, dari satu pot atau polibag menjadi 1 rumpun dan menghasilkan rata-rata 115-150 gram padi. "Misalnya rumah sangat sederhana ukuran 60 meter persegi dan dibudidayakan di atap rumah ber-dak atau di halaman rumah, maka bisa membutuhkan 16 polibag ukuran 25 cm," bebernya.

Sehingga, dalam satu tahun untuk 60 meter persegi bisa menghasilkan beras 360 kg setahun dengan indeks pertanaman 4 kali. Pada pemeliharaan dan asupan nutrisi yang baik, dari lumpur probiotik menggunakan metoda  irigasi (sprinkler), akan diperoleh rendemen 65 persen dari GKP atau  setara 81 kg beras/siklus. 

"Itu mencukupi untuk pangan pokok 1 keluarga (ayah ibu 2 anak) selama 1 tahun. Dan disaat bersamaan bisa memperoleh sayuran dan ikan dengan menggunakan lumpur probiotik tersebut," jelasnya.

Ketahanan Pangan Keluarga

Dengan sawah Portabel ini, budidaya padi bisa dilakukan di halaman, pekarangan rumah, rak bertingkat bahkan atap (roof garden). Inovasi Sawah Portabel ini memungkinkan setiap orang mempunyai sawah pribadi. "Jadi rumah tipe 21 pun bisa memenuhi kebutuhan pangan pokoknya sendiri," tambahnya.

Hasil pertanamannya pun bisa digiling sendiri di rumah dengan mesin penggiling padi manual. Sehingga keluarga bisa memenuhi sendiri kebutuhan pangan mereka. "Hasil beras pecah kulit (whole grain), lebih sehat dan segar karena masih kaya kandungan gizi," tuturnya.

Sawah portabel ini juga bisa dilakukan oleh siapa saja, baik di masyarakat perkotaan maupun lapisan masyarakat yang sekedar hobi berkebun. "Merawat padi tidak perlu lepas sepatu, becek-becekan dan pakai cangkul," tambahnya. 

Tak hanya berupa sawah portabel, masyarakat pun bisa mengkombinasikannya dengan sayuran bahkan kolam ikan berisi lele kapasitas 200 ekor per 3 bulan atau bisa menghasilkan 800 kg/ tahun.

Kolam ikan ini pun bisa dikombinasikan dengan tanaman sayuran yang mendapatkan pupuk dari kolam ikan. "Rangkaian pot hidroponik atau vertikultur sayuran lengkap dengan pompa sirkulasi bisa menghasilkan 150 rumpun sayuran organik," jelasnya.

Sehingga kebutuhan pangan keluarga mulai dari karbohidrat, sayuran hingga protein bisa terpenuhi dengan baik hanya dari pekarangan rumah Anda. 

Tertarik ikuti jejak Sonson?

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018