Sunday, 29 November 2020


Perkuat Pangan Lokal, Petani Ngawi Percepat Tanam Jelang Musim Kemarau

03 Jun 2020, 17:17 WIBEditor : Indarto

Percepat tanam | Sumber Foto:Istimewa

Karena pada bulan Maret sudah ada yang tanam, maka pada awal Juni ini sudah mulai ada petani yang panen padi.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Ngawi---Gerakan tanam padi setelah panen di musim tanam (MT II) secara masif telah dilakukan petani Ngawi, Jawa Timur (Jatim). Percepatan tanam padi memasuki musim kemarau tahun ini dalam rangka memperkuat ketahanan pangan lokal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Marsudi mengatakan, panen padi di Ngawi sudah mulai sejak Maret dan pada bulan April luasan lahan panen padi mulai berkurang. " Petani yang sudah panen langsung olah lahan, menyemai benih padi dan pada Maret lalu petani sudah mulai tanam padi. Bahkan pada bulan April sudah sebagian besar petani sudah mulai tanam padi," kata Marsudi, di Ngawi, Rabu (3/6).

Menurut Marsudi, percepatan tanam jelang musim kemarau juga bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan lokal. Sehingga, pada musim kemarau petani masih punya cadangan padi.

Marsudi mengatakan,  pada bulan April lalau ditargetkan sebanyak 40.000 ha yang sudah ditanami. Sedangkan target luas tanam pada MT II seluas 48.000 ha, dari total lahan sawah baku seluas 50.197 ha. Dari target tanam tersebut,  sisanya sudah tanam pada Mei lalu.

"Sampai akhir April tahun ini target 40.000 ha sudah tercapai. Sehingga, untuk mencapai target luas tanam di MT II sebanyak 48.000 ha sudahterealisir," kata  Marsudi.

Menurut Marsudi,  karena pada bulan Maret sudah ada yang tanam, maka pada awal Juni ini sudah mulai ada petani yang panen padi. " Luasnya lebih kurang 4.600 ha. Ini panen padi pada MT II,"  ujar Marsudi.

Marsudi mengakui, petani Ngawi umumnya lebih awal tanam dan lebih awal panen. Sehingga, panen pada awal Juni ini sudah masuk panen pada MT II.

Pada tahun 2019 produksi padi di Ngawi menempati urutan ke dua se- Jawa  Timur (Jatim ) , setelah Lamongan. Produksi padi Ngawi  tahun 2019 sebanyak 777.190,36 ton (GKP).

" Pada tahun 2019 luas panennya sebanyak 122.500, 97 ha dan produktivitasnya 63,44 kwintal/ha," kata Marsudi.

Menurut Marsudi, produksi padi pada tahun 2019 meningkat signifikan dibandingkan tahun 2018 yang hanya  sebanyak 746.762,60 ton. Dia juga berharap, produksi padi pada tahun 2020 akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menyebutkan, luas lahan sawah irigasi di Ngawi 46.281 ha dan  yang non irigasi seluas 3.916 ha. " Total luas lahan sawah di  Ngawi 50.197 ha. Luas lahan sawah ini urutan ke enam se Jatim. Tapi, produksinya mampu menempati urutan kedua," ujarnya.

Optimalisasi Tanam

Marsudi berharap, petani yang lahan sawahnya ada irigasi teknis, pada MT II diharapkan mengoptimalkan pertanamannya. Sementara itu, untuk daerah lain yang masih ada sumber airnya bisa memamfaatkan sumur pompa.

Petani yang ada di lereng Gunung Lawu, seperti Jogorogo yang pada MT-2 diharapkan memilih tanaman yang sesuai kondisi daerahnya. Apabila ketersediaan airnya terbatas, petani masih mampu tanam pawija, seperti jagung. Sedangkan yang masih ada sumber airnya bisa tanan padi dengan bantuan pompa air.

Menurut Marsudi, untuk mengatasi kekeringan, petani Ngawi sudah banyak yang memanfaatkan sumur sible. " Sumur yang  memanfaatkan tenaga listrik ini banyak  dikembangkan petani. Dengan bantuan kabel listrik yang ditarik ke sawah tersebut sangat efektif dan efisien  mengatasi kekeringan," kata  Marsudi.

Nah, listrik masuk sawah untuk menggerakkan sumur pompa petani (sumur sible) sangat membantu mereka. Petani tak perlu mesin disel untuk menggerakkan pompa air. Dengan sumur pompa tersebut, petani bisa  memenuhi kecukupan air di musim kemarau. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018