Friday, 10 July 2020


Gerakan Tanam di Tuban, SYL Ajak Petani Optimalkan Mekanisasi Pertanian

28 Jun 2020, 11:53 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat gerakan tanam di Tuban | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Tuban---Pemerintah mendorong petani dan penyuluh untuk mempercepat tanam menjelang masuk musim kemarau. Untuk itu, alat mesin pertanan (alsintan) bantuan pemerintah harus dioptimalkan pemanfaatannya.

Dengan optimalisasi mekanisasi, Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (SYL) berharap terjadi peningkatan produktivitas. Hal ini disampaikan SYL saat kegiatan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Jum’at  (26/6). Dalam kunjungan tersebut, SYL mencoba traktor roda 4 di lahan siap tanam serta meninjau lokasi tanam aplikasi transplanter di Kecamatan Widang.

“Untuk meningkatkan produktivitas padi, salah satunya menggunakan mekanisasi pertanian. Karena perbedaan kehilangan hasil antara kegiatan manual dan mekanisasi sangat besar,” ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

SYL berharap pertanian di Tuban cukup layak dilaksanakan korporasi berbasis mekanisasi. Apalagi Balai Penyuluhan Pertanan (BPP) Widang lokasi kunjungan tersebut mempunyai total luas lahan 203 ha dan telah mendapatkan bantuan traktor roda 4 dan bantuan pompa air.

Bahkan mempunyai gudang penggilingan padi dari program hulu hilir agro maritim Jawa Timur yang terletak di Desa Ngadirejo. Gudang tersebut diresmikan Bupati Tuban pada 21 Desember 2018. “Saya berharap Jawa Timur dapat terus berakselerasi terus. Dan kita yakinkan pertanian bisa melawan Covid,” katanya.

Dalam arahannya, Mentan SYL juga menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 pertanian tidak boleh berhenti. Salah satu yang bisa menjawab krisis akibat dampak Corona adalah pertanian.

SYL menghimbau kepada seluruh petani agar tetap produktif di tengah Pandemi dengan memanfaatkan lahan pekarangan, seperti lahan di depan rumah untuk ditanami beberapa sayuran sebagai sumber pangan keluarga. Sebab, pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sesuai dengan selera dan keinginan masyarakat.

SYL juga memotivasi petani, pendapatan yang pasti bagi masyarakat Indonesia adalah dari pertanian. “Dilihat dari jumlah masyarakatnya, ketersediaan alamnya siap, SDM-nya banyak, tapi yang perlu diperbaiki adalah mindset tentang dunia pertanian. Bahkan yang harus dipikirkan adalah pertanian untuk hari ini dan hari esok,” tegas Mentan SYL.

Hadir dalam kegiatan kunjunga Menteri Pertanian yaitu Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Bupati Tuban, Komisi IV DPR RI, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Kadistan Kabupaten Tuban dan beberapa pejabat Eseleon I dan II Lingkup Kementerian Pertanian.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak dalam sambutannya menyampaikan siap mendukung seluruh program Kementerian Pertanian. Apalagi sektor primer di Provinsi Jatim sepertiganyadiserap dari sektor pertanian.

“Jawa Timur siap menyukseskan seluruh program Kementerian Pertanian. Antisipasi musim kemarau ini Gubernur Jawa Timur meminta agar percepatan tanam segera dilakukan selagi masih ada air yang mencukupi,” ujar Emil.

Sementara secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan untuk mendukung program utama strategis Kementerian Pertanian, petani harus terus didorong agar dapat melakukan hilirisasi kegiatan usaha tani, baik secara on-farm maupun off-farm.

“Pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan infeksi Covid-19. Pertanian berperan sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan untuk menjaga imunitas tubuh. Semuanya harus menjaga 11 komoditas stok pangan dan mengawalnya,” ujar Dedi.

 

Reporter : Yeniarta (BBPP KETINDAN)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018