Wednesday, 23 September 2020


Semester I, Pengadaan Beras Bulog 50 Persen dari Target

02 Jul 2020, 13:13 WIBEditor : Yulianto

Beras Bulog yang berada di penggilingan | Sumber Foto:Yulianto

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Perum BULOG selama semester I tahun 2020 telah membeli beras petani secara langsung sebanyak 700 ribu ton setara beras atau 50 persen dari target sebanyak 1,4 juta ton.

“Bulog konsisten membantu kehidupan petani, terlebih  di masa sulit seperti sekarang. Hal ini dilakukan melalui kelompok tani, kelompok penggilingan dan stakeholder lainnya. Yang Bulog lakukan juga sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah,” kata Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso di Jakarta, Kamis (2/7).

Mantan Kepala BNN tersebut mengatakan, realisasi pengadaan beras dalam negeri per 30 Juni 2020 mencapai 700 ribu ton yang tersebar di semua wilayah kerja Perum BULOG seluruh Indonesia. Penyerapan beras bisa tercapai berkat kerja keras seluruh karyawan dan kekuatan jaringan BULOG di seluruh Indonesia di tengah masa pandemi Covid-19.

“Kondisi petani betul-betul perlu dibantu,” ujarnya. Karena itu lanjut Buwas, satuan kerja pengadaan dan mitra kerja terus melakukan penyerapan beras meski kondisi pandemi sejak awal tahun hingga akhir Juni 2020. Satuan kerja Pengadaan Perum BULOG menyerap 365 ribu ton setara beras, sedangka mitra kerja yang terdiri dari koperasi dan non koperasi menyerap 335 ribu ton.

Target pengadaan gabah/beras dalam negeri tahun 2020 sebanyak 1,4 juta ton setara beras. Jumlah tersebut sudah diperhitungkan secara matang sesuai dengan kondisi di lapangan. Penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi Covid-19.

“Selain untuk memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini juga menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat memulihkan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi selama pandemi Covid-19 ini”, kata Budi Waseso.

Penyerapan gabah/beras BULOG dilakukan siang dan malam dengan pola “shifting” atau piket yang terkelola dengan baik di tengah situasi pandemi Covid-19. Dengan demikian, kegiatan operasional di Perum BULOG, termasuk kegiatan penyerapan gabah/beras dalam negeri tetap terlaksana dengan baik.

Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan, pengadaan gabah dan beras, berupa cadangan pangan pusat dalam hal ini dikelola Bulog. “Cadangan pangan itu ada yang di pemerintah pusat, ada juga di daerah dan di masyarakat. Sampai hari ini yang diserap sekitar 650-700 ribu ton,” katanya.

Dalam penyerapan gabah, bukan hanya Perum Bulog, tapi juga penggilingan padi juga melakukan pembelian gabah petani. Dengan adanya penyerapan gabah/beras dari Bulog diharapkan harga gabah tidak jatuh di bawah HPP (harga pembelian pemerintah).

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020, pemerintah telah menetapkan HPP yang baru. Untuk GKP di tingkat petani naik menjadi Rp 4.200 per kg dan di tingkat penggilingan menjadi Rp 4.250. Sementara, HPP GKG juga naik menjadi Rp 5.250 di tingkat penggilingan dan Rp 5.300 di gudang Perum Bulog. Harga beras di gudang Bulog juga naik menjadi Rp 8.300 per kg.

Sedangkan dalam acuan sebelumnya, diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015. HPP Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani dan penggilingan masing-masing sebesar Rp 3.700 per kg dan Rp 3.750 per kg. Adapun, untuk Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan sebesar Rp 4.600 per kg dan di gudang Bulog Rp 4.650 per kg. Sementara harga beras di Bulog dihargai Rp 7.300 per kg.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018