Tuesday, 20 October 2020


Percepat Tanam di Kemarau, Penyuluh Dampingi Petani Merangin Gunakan Padi Genjah

27 Jul 2020, 12:18 WIBEditor : Gesha

Pertanaman di Merangin | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Merangin --- Memasuki musim kemarau di tahun 2020 ini, berbagai upaya dilakukan penyuluh dan petani di lapangan untuk mempercepat tanam. Seperti yang dilakukan petani dari Kabupaten Merangin, Jambi yang mempercepat tanam menggunakan padi genjah (berumur pendek).

Petani di  Kelompok Tani (Poktan) yaitu Poktan Talang Palik, Poktan Dian Pisingit, dan Poktan Bakal Dalam di Desa Pulau Aro, Kabupaten Merangin bersiap tanam di musim kemarau ini. Untuk mensiasati perubahan iklim dan datangnya musim kemarau, para petani  di wilayah  Kecamatan Tabir Ulu mulai beralih menanam padi berumur pendek yang memiliki produktivitas tinggi.

Penyuluh Kecamatan Tabir Ulu, Dame Gelismey menjelaskan bahwa saat ini petani melakukan pertanaman ke padi umur pendek karena hasil dari tanaman padi menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan keluarga oleh adanya Program Pengembangan Usahan Pangan Masyarakat (PUPM).

Koordinator BPP Tabir Ulu, Zul Hendri pun menambahkan dengan petani  menanam  padi ini dapat menerapkan sapta usaha dalam menjalankan budidaya padi sehingga akan memperoleh hasil yang memuaskan nantinya. Upaya yang dilakukan penyuluh pertanian berupa pendampingan merupakan bagian dari usaha bersama-sama dalam menghadapi kondisi pandemi covid-19. “Petani tidak pernah sendirian dalam mewujudkan ketahanan pangan. Selalu ada penyuluh pertanian yang mendampingi mereka dalam melakukan usaha taninya," tambah Zull Hendri. 

Untuk diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan percepatan musim tanam kedua tahun 2020 dengan total luas lahan area sebesar 5,6 juta hektare. Percepatan ini merupakan upaya Kementan dalam mengantisipasi terjadinya kekeringan yang mulai akan terjadi di bulan Agustus.

"Sektor pertanian memang sangat bergantung pada cuaca, bencana alam, hama, dan manajemen ketahanan pangan. Karena itu, antisipasi ini harus segera dilakukan oleh semua pihak demi meminimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan," pesan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi  menjelaskan ebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 turut berimplikasi pada kebijakan pangan kini Indonesia menghadapi situai New Normal dan  Penyediaan pangan menjadi garda terdepan bagi Indonesia dalam menghadapi pandemic Covid-19.

"Seluruh insan pertanian harus turun ke lapangan, tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat indonesia. Dan tetap bekerja memperjuangkan ketersediaan pangan serta tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid - 19," tuturnya.

Dedi menambahkan bahwa keberhasilan di sektor pertanian tak lepas dari dukungan para penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dalam pembangunan dan pengembangan sektor pertanian untuk mencapai cita-cita luhur founding father bangsa ini, yaitu kedaulatan pangan-bukan sekedar swasembada atau ketahanan pangan saja.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018