Sunday, 09 August 2020


Cegah Stunting, Kubu Raya Kembangkan Padi IR Nutri Zinc

28 Jul 2020, 16:50 WIBEditor : Yulianto

Panen padi Nutri Zinc di Kubu Raya, Kalbar | Sumber Foto:Syahri

TABLOIDSINARTANI.COM, Kubu Raya—Untuk mendukung upaya pencegahan stunting, BPTP Kalimantan Barat bersama dengan Pemkab Kubu Raya mengembangkan padi IR Nutri Zinc. Uji coba penanaman dilakukan  di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu  Raya.

Bahkan pada Jumat (24/7) lalu dilakukan panen padi Inpari IR Nutri Zinc yang dihadiri Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kubu Raya, Gandhi Satyagraha yang mewakili Bupati Kuburaya Muda Mahendrawan, Kepala BPTP Kalbar Akhmad Musyafak.

Sebelum pelaksanaan panen, telah dilakukan pengubinan oleh Badan Pusat Statistik (BPS ) Kubu Raya bersama-sama koordinator BPP Sui Raya dengan hasil 5,2 ton/ha pada daerah yang tanahnya agak keras dan tersampel pada daerah bekas serangan tikus. Sedangkan pada tanah yang berlumur produktivitasnya mencapai 7,36 ton/ha. Dengan demikian rata-rata hasilnya sebanyak 6,28 ton/ha.

Kepala BPTP Kalimantan Barat mengatakan, Musyafak mengatakan, varietas IR Nutri Zinc merupakan hasil dari Badan Litbang. Kelebihan varietas ini yakni mempunyai kadar zinc 3 kali lipat lebih tinggi dari beras umumnya, sehingga sangat baik untuk mencegah stunting.

Manfaat lain padi Nutri Zinc adalah mampu meningkatkan imunitas, sehingga sangat pas dengan masa pandemi Covid 19 ini. Selain itu, meningkatkan kesuburan, menjaga kesehatan mata, kulit dan meningakatkan kecerdasaran serta menyehatkan jantung dan kerontokan rambut dan mencegah bayi lahir prematur.

Pengembangan padi IR Nutri Zinc ini sebagai salah satu upaya Pemda Kubu Raya untuk mencegah stunting. Karena itu Musyafak berharap, benih hasil panen ini menjadi benih sebar, sehingga sedapat mungkin benih ini sebanyak-banyaknya untuk disebarluaskan.

Kami mohon agar dapat diamankan, sehingga dapat disebarluaskan ke kecamatan yang lain. Saran kami kalau bisa 40 persen sawah di Kabupaten Kubu Raya ditanami Nutri Zinc. Jika ditanam dan dikonsumsi oleh masyarakat desa, Insha Allah dapat mencegah gejala stunting,” tuturnya.

Musyafak mengatakan, Kubu Raya memiliki lahan sawah terbesar ke dua setelah Sambas, sehingga harus dapat dioptimalkan untuk meningkatkan dan mengamankan produksi pangan. “Kami dari BPTP Kalimantan barat selalu mendukung program di Kabupaten,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kubu Raya, Gandhi Satygraha yang mewakili Bupati Kubu Raya mengatakan, pihaknya akan menyebarluaskan padi Nutri Zinc ini. Apalagi Bupati Kubu Raya sangat konsen untuk mengawal program dalam mengatasi masalah stunting. Apalagi Kubu Raya juga memiliki angka stunting cukup tinggi di Kalimantan Barat.

Komitmen Bapak Bupati untuk mengatasi masalah ini telah dilakukan secara terintegrasi atau istilah Bapak Bupati tepuk bakul. Artinya melibatkan semua komponen untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Sekarang ini, masalah pangan merupakan masalah serius, sehingga lahan-lahan yang ada dimanfaatkan untuk produksi pangan,” tuturnya.

Bahkan menurut Gandhi, Bupati Kubu Raya juga telah mengarahkan bahwa lokasi Desa Parit Baru ini sebagian akan dijadikan areal tanam benih dan sentra benih Padi Nutri Zinc. Benih ini nantinya akan ditanam kembali diseluruh Kubu Raya, termasuk di Kuala Mandor, Kubu, Batu Ampar, Terentang dan Rasau Jaya. Program ini akan dilakukan bersama sehingga hasil yang diperoleh akan lebih baik,” ujarnya.

 

         

 

Reporter : Syahri (BPTP Kalbar)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018