Tuesday, 27 October 2020


Panen Bersama, Bentuk Nyata Peran Kostratani di Lokasi IPDMIP Jawai

12 Aug 2020, 13:44 WIBEditor : Yulianto

Panen bersama di lokasi IPDMIP Sambas | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sambas---Panen padi program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project) di Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Selasa (11/08) menjadi bentuk nyata program Kostratani melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Pelaksanaan panen kali ini adalah bukti bahwa tantangan apapun, pertanian tidak boleh terhenti dan tetap berproduksi. Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya apa yang telah menjadi program pusat. Sebagaimana diketahui Sambas adalah salah satu lumbung pangan terbesar dalam penyediaan beras di Kalimantan Barat.

“Program IPDMIP ini sudah berjalan tahun ketiga di Sambas. Ini adalah program pusat, dan hasilnya kita bisa lihat sendiri, hamparan padi yang luas, padi yang berisi dan bernas itu sebagai bukti bahwa setiap program yang diberikan pusat (Kementan,red) kita laksanakan dengan penuh semangat agar menjadi berkah buat petani Sambas khususnya dan ini harus kita syukuri,” katanya.

Menurut Atbah, Sambas memiliki beras asli dengan merek “Lunggi Emas”. Beras ini diperoleh dari padi yang ditaman petani Sambas, diolah dan dikemas di Sambas dan dijual kembali untuk warga Sambas. Salah satunya adalah dari hasil yang dipanen pada hari ini,” ujarnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Jawai, Darma Irawan mengatakan, berdasarkan hasil panen hari ini yang dilakukan kelompok dan BPS Sambas diperoleh  produktivitas 11 ton/ha. Varietas yang digunakan adalah Inpari 32. Peningkatan hasil produksi ini merupakan salah satu bentuk peran kostratani terhadap pertanian, khususnya tanaman padi.

“Meskipun saat ini BPP Jawai belum mendapatkan fasilitas Kostratani, tapi dengan sarana dan prasarana yang terbatas kami tetap bersemangat untuk selalu mengikuti perkembangan peran daerah lain yang telah  menjadi percontohan BPP Kostratani. Sehingga dapat memotivasi untuk disampaikan kepada petani diwilayah binaan kami,tutur Darma.

Lebih lanjut Darma mengatakan, peran Kostratani dalam menentukan jadwal tanam musim tanam kering (MT Gadu) pada program IPDMIP sangat besar. Penentuan jadwal tanam dengan memperhatikan prediksi iklim dan cuaca dari BMKG sangat membantu petani. Sehingga dari mulai tabur benih sampai panen petani tidak mengalami kekurangan pasokan air.

Hanya saat pada awal tanam saja yang mengalami kekeringan. Tapi kendala itu sudah di antisipasi dengan memenfaatkan alsintan pada saat itu,” katanya.

Kementerian Pertanian sendiri terus melakukan upaya untuk meningkatkan pasokan pangan pangan selama masa transisi “New Normal” dengan cara memastikan percepatan tanam dan panen tepat waktu. Sehingga dapat berkontribusi didalam perekonomian nasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan mengatakan, saat ini pertanian merupakan satu-satunya sektor yang mampu menyelamatkan perekonomian Indonesia saat pandemi Covid-19. Hal ini dipertegas dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) bahawa PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi saat pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 yang mengalami penurunan sebesar 4,19 persen (Q to Q) dan secara year on year (yoy) turun 5,32 persen.

PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q), bahkan secara yoy, sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19 persen. “Ini semua berkat kerja keras tanpa henti ditengah pandemi. Bekerja tulus untuk memenuhi makan 267 juta rakyat Indonesia. Terima kasih semua, dan tetaplah bekerja ikhlas. Kita pastikan negeri ini merdeka pangan,” tegas SYL menyikapi data BPS tersebut.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi menegaskan, bahwa sebagai insan pertanian kita patut bersyukur karena sektor pertanian tergolong sektor yang tangguh dan tetap bisa survive dalam menyediakan pangan bagi masyarakat dalam masa pandemi Covid-19 ini. 

“Salah satu yang mendukung capaian ini adalah peran dari Kostratani. Komando Strategis Pembangunan Pertanian diharapkan mampu memperkuat produksi dan koordinasi stakeholder pertanian seperti penyuluh, petani dan pelaku usaha di tingkat lapangan melalui media digital, tutur Dedi.

 

Reporter : Darma Irawan/Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018