Tuesday, 27 October 2020


Optimalkan Lahan, Petani Diajak Tanam Jagung di Tengah Kebun Kelapa

12 Aug 2020, 15:16 WIBEditor : Yulianto

Tanam jagung di tengah kebun kelapa menjadi salah satu alternatif mengoptimalkan lahan pertanian | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTAN.COM, Sambas---Dengan makin terbatasnya lahan pertanian, sistem tumpang sari menjadi salah satu alternatif untuk mengoptimalkan lahan yang ada. Seperti di Kalimantan Barat, petani diajak menanam jagung di bawah tegakan kelapa.

Dengan sistem tumpang sari tersebut, luas areal tanam jagung yang selama ini masih mengandalkan lahan terbuka untuk pertanaman bisa diperluas. Apalagi pemerintah terus menggenjot produksi komoditas yang selama ini menjadi nomor dua setelah padi.

Bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, dilakukan demfarm pengembangan jagung di bawah tegakan kelapa. Bagi petani yang sebelumnya terbiasa menanam jagung di lahan terbuka, sistem tumpang sari menjadi hal yang baru. Apalagi tanaman jagung adalah tanaman yang memerlukan pencahayaan sinar matahari penuh.

Direktur Perbenihan, Ditjen Tanaman Pangan, M. Takdir Mulyadi mengatakan, demfram ini dilakukan di lahan seluas 250 hektar (ha). Lokasinya di Kabupaten Sambas 100 ha, di Kabupaten Mempawah 100 ha dan 50 ha di Kabupaten Kuburaya. Dilokasi demfarm, petani mendapatkan sarana berupa benih, herbisida dan pupuk.

Penyediaan sarana tersebut adalah komitmen bersama antara Kementan dengan perusahaan penyedia. “Saya minta kepada kabupaten yang telah ditunjuk untuk segera membuat CPCL (calon petani calon lokasi) melalui Kostratani, sehingga pada saat tanggal 17 Agustus 2020 semua lahan sudah tertanami jagung dibawah tegakan kelapa,pesan Takdir.

Merespon hal itu Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Sambas, langsung bekerja cepat. Dengan memanfaatkan peran Kostratani pengajuan CPCL bisa dipenuhi sesuai target. Kecamatan Jawai yang mendapatkan alokasi terbagi di lima desa pelaksana yaitu Desa SB. Danau, Sui Nilam, SB. Kuala, Pelimpaan, Parit Setia dan Bakau.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat tanam perdana di Desa Parit Setia Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas mengatakan, pihaknya sangat mendukung program yang dikucurkan pemerintah pusat melalui Kementan. Dukungan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah Kabupaten Sambas dalam penyediaan ketahanan pangan selama masa pandemi Covid-19 maupun saat memasuki kenormalan baru.

“Saya bangga sekali terhadap petani yang ada di Sambas, khususnya di Kecamatan Jawai, mereka sangat antusias. Petani ini sangat berjasa dalam penyediaan pangan baik di kabupaten Sambas maupun secara nasional,” tutur Atbah.

Atbah juga berpesan kepada petani, khususnya anak muda, petani milennial agar dapat memanfaatkan peran Kostratani di kecamatan. “Petani milennial harus bisa berbudidaya tanaman dengan memanfaatkan tekhnologi. Mengolah tanah sudah menggunakan traktor, menanam menggunakan alat tanam yang modern, memupuk dan pengendalian hama dan penyakit juga menggunakan drone serta panen sudah menggunakan mesin,” tambah Atbah.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, M.Yayan Kurniawan berharap dengan dimulainya gerakan tanam perdana jagung di bawah tegakan kelapa, pihaknya meminta penyuluh, petani dan semua stakeholder bekerjasama mensukseskan denfarm ini.

Rawat dan jaga tanaman ini agar tetap sehat dan subur. Manfaatkan peran Kostratani sebagai wadah untuk mendapatkan informasi didalam berbudidaya tanaman jagung dbawah tegakan kelapa, katanya.

Menanggapi arahan tersebut, Koordinator BPP Jawai, Darma Irawan, mengatakan Sambas khusunya Kecamatan Jawai sebagai sentra perkebunan kelapa juga harus membuktikan bahwa jagung bisa ditanam dan bisa berproduksi dengan baik di lahan kelapa. Manfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah, sehingga bisa meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengingatkan, tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia. “Kita harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya di situasi pandemi Covid-19," tegasnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedy Nursyamsi mengapresiasi penyuluh dan petani yang bersinergi. “Sudah saatnya petani dan penyuluh memanfaatkan teknologi digital. Bila penyuluh pertaniannya cerdas, bisa dipastikan para petaninya juga cerdas. Bila kompetensi penyuluhnya menguasai sisi hulu, bisa dipastikan para petaninya juga akan menerapkan cara budidaya yang baik. Manfaatkan sarana prasarana yang ada untuk meningkatkan produktivitas dalam meningkatkan fungsi dari BPP,” kata Dedi.

Reporter : Darma Irawan/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018