Tuesday, 27 October 2020


Penyuluh+Babinsa Pastikan Jagung Tumbuh di Lahan Petani

01 Sep 2020, 08:03 WIBEditor : Gesha

Penyuluhan di lapangan oleh penyuluh dan Babinsa | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang - - - Petani masih terus bergerak di daerah dengan bimbingan penyuluh. Bahkan bersama Babinsa dan Babinkamtibmas, dua serangkai ini memastikan Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang menghasilkan jagung. 

"Potensi tanaman jagung ini dapat menopang kehidupan petani yang ada selain komoditas padi," ungkap Kepala Desa Sidorahayu, Muh Samiaji. 

Disana, lahan pertanian baik lahan sawah dan lahan tegalan yang dimiliki hampir 40 Ha ditambah sarana penunjang lainnya menyebabkan petani yang tergabung di Kelompok Tani Rahayu I ini bersemangat menanam jagung.

Ketua Poktan Rahayu I,Mas’ud mengatakan anggotanya mulai ada yang beralih ke tanaman jagung dikarenakan kesulitan air dan adanya serangan hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka.

"Usaha kegiatan budidaya jagung yang dilakukan oleh petani yang ada tidak selalu berjalan dengan baik. Adanya serangan hama dan penyakit tanaman jagung harus mendapat perhatian dalam pencegahan maupun pengendalian," bebernya. 

Pengendalian hama ini dilakukan petani bersama penyuluh, formulator, hingga Babinsa dan Babinkamtibmas. Penyuluh pertanian setempat, Ferly Tambunan menjadi penanggungjawab kegiatan spray atau penyemprotan secara bersama-sama di lahan jagung petani, Jumat (28/8).

Dengan mengandeng formulator MKD Mitra Kreasidharma, Riski Sukma mengatakan serangan hama ulat grayak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jagung, karena itu pihak formulator menyediakan bantuan racun sistemik ulat grayak sebanyak 30 tangki bagi petani di kelompok ini. Diharapkan dengan adanya langkah pencegahan dini pada tanaman jagung usia dini ini maka pertumbuhan tanaman jagung selanjutnya dapat menjadi baik dan menghasilkan buah/tongkol yang sempurna. 

Dukungan lainnya juga berasal dari Babinsa SerDa Muslim dan Bhabinkamtibmas Bripka Aris. Keterlibatan ini merupakan bukti bahwa peran TNI/POLRI dalam memberi kontribusi terhadap sektor pertanian patut diberi acungan jempol, karena TNI/POLRI yang tadinya lihai memainkan senjata kini dapat berperan bisa memainkan cangkul, traktor dan spray ini di sawah.

Di lapangan, kehadiran dua pilar ini dalam program pangan akan menjadi motivator dan pendorong bagi petani dan kelompok tani, lebih dari itu, kehadirannya juga menjadi pemicu serta pemacu bagi para penyuluh dan petugas pertanian di lapangan.

"Kehadiran mereka bukan untuk mengambil penyuluh, tetapi lebih ke arah sinergi langkah dan gerak dengan fungsi dan perannya masing-masing guna mendinamisasi pembangunan pertanian di pedesaan. Hal ini membuktikan seluruh elemen bangsa bahu membahu untuk mewujudkan sektor pertanian yang tangguh dan menjamin kebutuhan pangan bagi seluruh masyarakat," pungkas Ferly. 

Reporter : Ferly P Tambunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018