Thursday, 03 December 2020


Gandeng Petani Milenial, Kostratani Wlingi Terapkan Budidaya Ramah Lingkungan

02 Sep 2020, 06:59 WIBEditor : Yulianto

Petani milenial Blitar menerarpakn budidaya ramah lingkungan dengan merode MHI | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Blitar---Kementerian Pertanian terus mendorong generasi muda atau kaum milenial untuk terjun ke sawah. Misalnya yang dilakukan Kostratani Wlingi, Kabupaten Blitar yang menggandeng petani milenial menerapkan budidaya padi ramah lingkungan.

Petani milenial kini memang menjadi harapan sebagai penerus pembangunan pertanian. Bersyukur di Kelurahan Klemun, Kecamatan Wlingi, memiliki generasi milenial yang tergerak terjun ke sawah. Mereka tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mekarsari I.

Ketua Poktan Mekarsari I, Sugeng mengatakan, pada musim tanam Agustus ini, anggota kelompok tani telah melakukan tanam padi serentak menggunakan Metode Hayati Indonesia (MHI). Target produktivitas sebanyak 12 ton/hektar (ha). “Kami berharap produksi pertanian kami bisa lebih baik di masa pandemi ini dengan mengikuti program MHI,” katanya.

MHI  merupakan konsultan pertanian yang menerapkan sistem pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi. Untuk percepatan peningkatan produktivitas padi, MHI menerapkan kombinasi teknologi Plant Growth Promothing Rhizobacteria ( PGPR ), Asam Hulmat, Asam Fulfat dan Asam Amino, dimana bahan bakunya tersedia melimpah di wilayah pedesaan.

“Kami senang karena bisa kembali melakukan pertemuan kelompok lagi, bersilahturahmi lagi dengan anggota dan pengurus, kami juga mendapatkan pengarahan dan ilmu pertanian terkini melalui penyuluh yang selalu mendampingi kami,” tuturnya.

Dengan diberlakukan new normal atau masa transisi ditengah pandemi Covid-19, Poktan Mekarsari I sebagai salah satu binaan dari Kostratani Wlingi Kabupaten Blitar, mulai mengaktifkan pertemuan kelompok. Sebab, pertemuan Poktan sudah menjadi kebutuhan petani untuk saling bersinergi dan berkomunikasi antar anggota beserta penyuluh pendamping.

“Salah satu tugas Kostratani diantaranya adalah melaksanakan koordinasi dan sinergi kegiatan pembangunan pertanian dengan penguatan kelembagaan melalui pertemuan sudah diaktifkan kembali, kata Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP ) Wlingi, Ninik Dwi Handayani.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia.  “Kita harus memstikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Untuk itu, SYL mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di situasi pandemi Covid-19. Bisa mendampingi petani untuk genjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan akan terus berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian, sehingga dapat mendukung petani meningkatkan produktifitas pertanian.

“Salah satu peran penting Kostratani adalah menumbuhkan petani milenial. Caranya, dengan peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian, juga pengembangan wirausahawan muda perdesaan,” katanya.

Reporter : Ninik D.H/Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018