Saturday, 19 September 2020


Melongok Kawasan Korporasi Padi Sehat Presisi Integrasi Ternak Sapi di Blitar

06 Sep 2020, 19:41 WIBEditor : Ahmad Soim

Padi sehat produksi Korporasi Petani di Blitar | Sumber Foto:Retno S/Ditjen TP

  

TABLOIDSINARTANI.COM, Blitar – Kawasan korporasi padi sehat terintegrasi dengan ternak sapi di Blitar menerapkan teknologi pertanian presisi.

Direktur Perbenihan, Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM melongok Kawasan ini sekaligus melakukan pengukuhan Pengembangan Kawasan Korperasi Padi “Lumpang Mas Penataran” di Kab. Blitar. 

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Blitar, Ir. Wawan Widianto, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Blitar Ir. Ulfie Zulfiqar Zuqsas, MM, PBT Wilayah Kab. Blitar, para Manager Koperasi Lumpang Mas Penataran.

Kementerian Pertanian  mengupayakan peningkatan  produksi padi melalui Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi Petani (ProPaktani). “Seluruh kegiatan Propaktani ini terintegrasi mulai hulu sampai hilir dari infrastruktur, alsintan, budidaya (mulai tanam hingga panen) dan hilir pasca panen serta pemasaran”, kata Dirjen Tanaman Pagan Suwandi yang disampaikan Muhammad Takdir.

Dengan sistem pengembangan kawasan yang dikelola secara professional, Kementan optimis akan bisa menaikkan kelas petani jadi bentuk korporasi.

BACA JUGA:

Lihat Korporasi Petani, Yuk ke Jayakerta, Karawang

Korporasi Petani, Jadikan Petani Berjiwa Wirausaha

Inilah Prinsip Bangun Korporasi Petani

Pengembangan Kawasan ProPaktani itu dikembangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk mewujudkan pembangunan pertanian berbasis korporasi. Tujuannya adalah meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani serta mendorong ekspor.

Takdir menekankan “Untuk kemajuan korporasi di Kab. Blitar, agar petani bisa bersinergi dengan aspek pembiayaan, investasi dan ekspor. Kawasan atau klaster bisa mengoptimalkan lokasi yang ada dan memanfaatkan sumber pendanaan dari swadaya, KUR dan pembiayaan lain”, tambahnya.

Andi Muhammad Saleh, Kasubdit Pengembangan Varietas menambahkan dengan wadah kelembagaan koperasi yang berbasis korporasi, maka pengelolaan manajemen dikelola terstruktur, saling bekerjasama menguatkan kelembagaannya dengan prinsip dari petani, dan keuntungan milik petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Blitar, Wawan Widianto mengatakan dengan dikukuhkannya koperasi Lumpang Mas Penataran serta dengan dukungan dari Kementan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Blitar, optimis bisa menjadi koperasi Lumbung Pangan Masyarakat Blitar yang punya ciri khas “Padi organik dan Padi sehat Metode Hayati Indonesia (MHI)” dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia menuju pertanian berkelanjutan, presisi dan terintegrasi ternak sapi.

“Konsep padi MHI mampu  meningkatkan produktivitas, efisiensi saprodi dan ramah lingkungan memanfaatkan bahan baku yang melimpah di sekitar Blitar," jelas Wawan.

“Salah satu produksi beras organik unggulan Blitar (beras merah dan beras hitam Jeliteng) yang sudah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik dan dipasarkan dengan nama “Britanic”. Ke depan Blitar bisa ekspor beras organik ke negeri tetangga,” kata Wawan.

“Kini Blitar sudah bisa menerapkan pertanian terpadu menuju zero waste (bebas sampah)”. Limbah pertanian dimanfaatkan untuk xilase pakan sapi, limbah sapi untuk bahan pupuk kandang tanpa fermentasi, bahan pupuk daun nabati, pestisida nabati dan herbisida nabati,” imbuhnya.

Reporter : Retno Setioningsih
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018