Tuesday, 27 October 2020


Diserang Ulat Grayak, Tanaman Padi di Riau bisa Diselamatkan

18 Sep 2020, 15:56 WIBEditor : Ahmad Soim

Serangan ulat grayak pada tanaman padi di Riau | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kuantan Singingi - Ulat grayak menyerang tanaman padi di Kecamatan Kuantan Mudik, seluas 20 Ha. Tanaman masih bisa diselamatkan. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat  melakukan respon cepat. 

POPT Kecamatan Kuantan Mudik, Darmansyah mengungkapkan pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada komoditas padi telah mendeteksi adanya serangan hama ulat grayak sejak akhir Agustus pada sejumlah desa di Kecamatan Kuantan Mudik. 

"Dari hasil pengamatan sejak akhir Agustus hingga awal September ditemukan adanya serangan hama ulat grayak di Desa Pebaun Hulu seluas 4 hektar, Desa Pebaun Hilir seluas 3,5 hektar, Desa Bukit Pedusunan seluas 5 Ha, dan Desa Saik seluas 6,5 hektar," ujar Darmansyah, Jumat (18/9/2020).

BACA JUGA:

Ulat Tentara Serang Jagung di Indonesia, Ini Tips dari Pakar

Sempat Terserang Ulat Grayak, Setelah Panen Petani Langsung Tanam

Darmansyah menjelaskan pada saat serangan terjadi, usia pertanaman memasuki pada kisaran 30 hingga 40 hst (hari setelah tanam). Dengan demikian masih bisa diselamatkan dengan gerakan pengendalian. 

"Gerakan pengendalian telah dilakukan marathon dari satu lokasi ke lokasi lainnya sejak tanggal 31 Agustus 2020 sampai memasuki sepertiga bulan September ini," ujarnya.

Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Yazrifitrah menyatakan fakta di lapangan yang dicek petugas mengungkapkan hama ulat tidak menyerang sampai ratusan hektar melainkan menyerang pertanaman padi seluas 20 hektar di 4 desa dari 24 desa yang ada di Kecamatan Kuantan Mudik.

“Bantuan bahan pengendali juga sudah kami salurkan untuk pelaksanaan gerakan pengendalian. Petugas kami akan terus mendampingi petani menjaga pertanaman di pertanamannya agar terhindar dari serangan hama kembali setelah gerakan pengendalian dilakukan," kata Yazrifitrah.

Ketua Kelompok Tani Generasi Subur, Desa Pebaun Hilir Dahlini berterimakasih atas bantuan bahan pengendali dan bimbingan dari petugas POPT setempat dalam gerakan pengendalian hama ulat di lahan sawahnya. 

"Kami bersyukur sekali atas bantuan yang diberikan. Harapannya setelah ini tidak terjadi lagi serangan hama ulat di sawah kami," ucapnya.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Edy Purnawan menyebut Kementan melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan terus mendorong dilakukannya usaha-usaha untuk mengamankan produksi pangan.

Hal yang sama disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi bahwa seluruh jajaran Kementan dari pusat sampai daerah harus bahu membahu untuk aktif turun membantu petani mengamankan produksi pangan dari serangan OPT yang dapat mengancam produksi pangan nasional. 

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo perintahkan jajaran Kementan dari pusat sampai daerah untuk terus aktif turun, mendampingi petani dan bersama stake holder lainnya terus giat melakukan pengendalian OPT tersebut agar tidak mengancam produksi pangan kita,” tegas Suwandi.

Reporter : kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018