Monday, 19 October 2020


Purwanto, Raih Puluhan Juta dari Budidaya Padi dan Jeruk 2 Ha

05 Oct 2020, 16:11 WIBEditor : Ahmad Soim

Pertanian Terpadi padi dan jeruk milik Purwanto | Sumber Foto:Dok Purwanto

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Batola – Dengan sistem surjan, Purwanto bisa panen padi 3 kali dalam setahun dan menanggung keuntungan dari buah jeruk saja Rp 35 juta per tahun.

Purwanto, Ketua Gabungan Kelompok Tani Makarti Luhur di Batola, Kalimantan Selatan mengatakan dalam hamparan sawah seluas 3.000 ha, Gapoktan Makarti Luhur menguasai Lahan 45 Ha.

“Lahan saya pribadi 2 ha, saya tanami sistem surjan dengan menerapkan pertanian terpadu. Tanaman utamanya padi dan jeruk, juga ada tanaman jagung, cabai dan lainnya,” tambahnya kepada Sinar Tani (5/10).

BACA JUGA: 

IP 300 bisa Diterapkan di Lahan SERASI

Tata Lahan Rawa Kementan Tingkatkan Produksi Padi Petani

Di lokasi sawahnya, Kementerian Pertanian menjalankan program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (Serasi). Program Serasi adalah optimalisasi lahan yang terintegrasi dengan upaya peningkatan taraf hidup petani melalui bantuan pengembangan sistem irigasi di lahan rawa dan komoditas pertanian lainnya,” tambahnya kepada Sinar Tani.

Dalam setahun, Purwanto bisa 3 kali panen padi dengan produktivitas 6 ton/Ha. Hasil produksinya  dijual ke tengkulak. Untung Rp 21.000.000/Ha.

Jeruk jenis siam Banjar yang ditanamnya secara terpadu di lahan sawahnya kini kurang lebih berumur 10 tahun.  Hasilnya 8 ton/tahun senilai Rp.40,000,000 , dijual ke tengkulak, untungnya Rp. 35.000.000.

“Dalam Gapoktan kita punya  wadah untuk belajar, memperkuat kerjasama dalam kelompok tani, dan untuk pengembangan hasil usaha tani,” terang Purwanto.

Sebagai Ketua Gapoktan Makarti Luhur, Purwanto menggunakan Gapoktan ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi para petani, juga untuk membantu Pemerintah menyusukseskan swasembada pangan secara nasional.

Harapannya, Ia dan teman teman petani bisa dibantu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjadi petani yang lebih maju dan modern.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018