Monday, 19 October 2020


Dedi Mulyadi, Mulia dengan Pertanian Terpadu Organik dan Ternak Sapi, Maggot serta Ayam

09 Oct 2020, 07:13 WIBEditor : Ahmad Soim

Dedi Mulyani beras organik Pringkasap | Sumber Foto:Dok Pribadi

Pendaftaran sebagai peserta Webinar Nasional yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani pada Selasa 27 Oktober 2020 bisa dilakukan melalui link bit.ly/sinartani

 

TABLOIDSINARTANI.COM –  Dedi Mulyadi anak muda berusia 29 tahun ini megelola sawah padi 1 ha terpadu dengan 8 ekor sapi, ternak maggot (kepompong lalat hitam tentara) dan ayam.

Ia bertani secara kelompok dalam Kawasan 48 ha di bawah bendera Kelompok Tani Paguyuban Bumi Mandiri (Agrospora) di Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dalam Kelompok Tani Dedi Mulyadi lulusan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor ini adalah Koordinator Internal Control System budidaya padi organic yang dikerjakan seluruh petani dalam Agrospora ini.

Dalam setahun, Dedi Mulyadi bisa panen 2 kali padi dengan produktifitas 6 ton padi organik, dijual ke konsumen di Jakarta dan Bandung.

“Pertanian terpadu yang kami terapkan meliputi budidaya tanaman padi, limbah tanaman padi jerami untuk sapi. Dedak, menir dan sekamnya untuk ayam,” jelasnya.

BACA JUGA:

Purwanto, Raih Puluhan Juta dari Budidaya Padi dan Jeruk 2 Ha

Pertanian Terpadu Tanpa Limbah, Petani Sukaharjo Bisa Panen Padi 4 Kali

“Kotoran ayam dan sapi diolah oleh maggot. Maggotnya untuk pakan alternatif ayam,” jelasnya kepada Sinar Tani yang akan menjadi salah satu pembicara dalam Webinar Tabloid Sinar Tani bertema “Suksestori Cara Mengembangkan Pertanian Terpadu untuk Meraih Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani, Selasa, 27 Oktober 2020, Jam 13-15 WIB secara online melalui aplikasi Zoom.

Sedangkan kasgot (kasgot) nya untuk dijadikan pupuk organik ke sawah.

Dedi mengatakan membangun usaha pertanian terpadu ini untuk menciptakan ekosistem usaha kemandirian bagi petani dan peternak.

“Juga untuk mengembangkan sarana pembelajaran untuk intergrated farming sehingga semakin banyak petani yg menerapkan pertanian terpadu,” kata pemuda yang juga menjadi National Consultant Organic Rice Production – Food Agriculture Organization (FAO).

Beras organic yang diproduksinya diberi merk Beras Organik Pringkasap. Dia adalah pemilik merk tersebut.

Pembicara lain dalam Webinar yang akan diselenggarakan tabloidsinartani.com pada Selasa, 27 Oktober 2020 adalah Ditjen Tanaman Pangan Dirjen Tanaman Pangan Dr. Suwandi - Materinya: Prospek dan Pengembangan Budidaya Terpadu Berbasis Tanaman Pangan untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani.

Pembicara lainnya lagi Purwanto - Petani Padi Terpadu Budidaya Padi dengan Tanaman Jeruk dari Barito Kuala Kalsel, materi: "Suksestori Bertani Padi Terpadu dengan Tanaman Jeruk, Prospek Pemasaran, Budidaya dan Untungnya."

Dan Dedi Mulyadi - Petani Padi Organik Terpadu dari Subang Jabar (Alumni Sekolah Vokasi IPB) dengan Materi:  "Prospek Pasar, Manajemen dan Untung Budidaya Padi Organik Terpadu"

Bertindak sebagai host: DR Memed Gunawan, Mantan Sekretaris Jenderal Kementan dan Moderator: Ir. Ahmad Soim - Pemimpin Redaksi Tabloid Sinar Tani.

Pendaftaran sebagai peserta bisa dilakukan melalui link bit.ly/sinartani

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018