Saturday, 24 October 2020


Generasi Milenial Ini Peluang Bisnis di Pertanian, Yuk Ikutan

13 Oct 2020, 14:47 WIBEditor : Ahmad Soim

Petani muda | Sumber Foto:pixabay.com

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Kaum milenial jangan tidak mau terjun ke pertanian. Banyak peluang bisnis di pertanian yang perlu mendapatkan sentuhan kaum milenial.

Kehadiran kaum milenial di pertanian juga diperlukan agar pangan lokal bisa berkembang dan Indonesia tidak bergantung atau terperangkap dengan pangan impor.

“Konsumsi beras kita memang menurun. Namun menjadi mengkhawatirkan karena pada saat yang sama konsumsi gandum meningkat. Kalau menurunnya konsumsi beras ini karena beralih mengkonsumsi gandum ini bisa membuat pangan negara kita bergantung pada pangan impor,” kata Soetarto Alimoeso Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI) pada m talks Rumah Millenials  (11/10).

BACA JUGA:

Kementan Targetkan Cetak 2,5 Juta Pengusaha Petani Milenial

Petani Millenial Kian Mantul dengan Sertifikasi Kompetensi

Dia mengungkapkan konsumsi beras Indonesia menurun dari 104,89 kg/kapita pada tahun 2008, menjadi 96.3 kg/kapita pada tahun 2013. Sedangkan konsumsi gandung naik dari 20,4 kg/kapita pada tahun 2008 menjadi 30,3 kg/Kapita pada tahun 2014.

“Pangan lokal kita kalah dengan pangan impor,” katanya. Karena itu, dia meminta generasi milenial jangan tidak mau terjun di pertanian, termasuk di on farm. Agar pangan local kita mampu berdaya saing dengan pangan impor.

Banyak peluang bisnis yang bisa diambil generasi milineal di pertanian. Salah satunya adalah di logistic pangan. “Logistik pangan kita panjang, belum adil dan merata,” jelas Soetarto Alimoeso yang juga pernah menjabat Dirjen Tanaman Pangan Kementan dan Dirut Perum Bulog.

Menurutnya mereka yang bekerja di off farm (pemasaran) sering dapat keuntungan yang besar, padahal hanya 1-2 hari atau satu minggu saja. Sementara yang bekerja di on farm (budidaya) bisa dalam waktu 3-4 bulan pendapatannya lebih kecil.

Tantangan lain bagi generasi milenial di pertanian adalah produksi pertanian kita tidak kontinyu sepanjang tahun. Untuk padi atau beras ada musim panen raya dan ada musim paceklik. “Di sini peran pelaku bisnis dan pemerintah untu memeratakan,” urainya.

Agar generasi milenial mau terjun di on farm menurutnya harus didorong pemerintah. Pengusaha besar bisa punya lahan yang luas, saya kira genereasi milenial juga perlu mendapatkan lahan. Lahannya bisa dianggap sebagai HGU, agar tidak dijual.  

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018