Saturday, 24 October 2020


Jewawut, Si Tanaman Tua Pendahulu Padi

14 Oct 2020, 20:29 WIBEditor : Clara

Jewawut lebih dahulu dikenal sebelum padi | Sumber Foto:Balai Penelitian Tanaman Serealia

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Ada beragam jenis komoditas tanaman pangan. Tentunya sobat tabloidsinartani.com sudah biasa dengan ragam tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, singkong, namun bagaimana dengan jewawut?

Di beberapa daerah dikenal dengan nama berbeda. Misalnya di Sulawesi Barat dikenal masyarakat dengan nama Tarreang atau Bailo, khususnya di Majene dan Polewali Mandar. sedangkan beberapa daerah lain di Indonesia dikenal dengan berbagai nama lokal yang berbeda-beda seperti: nama ba'tan (Toraja); jawa (Palembang); jaba ikur (Batak); jaba ura (Toba); jolui (Riau); sokui (Melayu); sokuai, sakui, sakuih (Minangkabau); randau (Lampung); dan jawae (Dayak).

Jewawut merupakan tanaman pangan sejenis serelia berbiji kecil dengan diameter sekitar 1 mm. Jewawut populer sebagai makanan pokok di beberapa wilayah di Indonesia seperti Sulawesi Barat, Pulau Buru, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.

Bahkan, sejarahnya jewawut berasal dari Tiongkok dan sudah dibudidayakan sejak 5 ribu tahun sebelum masehi. Tanaman ini kemudian menyebar ke Eropa dan Asia, dan tercatat 3 ribu tahun silam sudah sampai Eropa dan Nusantara. Tanaman ini jauh lebih tua dari Padi yang saat ini menjadi makanan pokok. Jewawut sudah lebih dahulu menjadi pengisi perut masyarakat Nusantara jauh sebelum padi.

Jewawut memiliki malai menyerupai bulir dengan panjang antara 8-18 cm. Tangkai malai sepanjang 25-30 cm, tegak atau melengkung. Warna bulir tanaman jewawut beraneka ragam, mulai dari hitam, kuning, ungu, merah, sampai jingga kecoklatan.

Tanaman jewawut toleran kekeringan serta beradaptasi baik pada wilayah yang kurang subur. Hal inilah yang menyebabkan makanan ini banyak ditanam oleh masyarakat khususnya pada musim kemarau.

Tanaman ini kaya akan kandungan nutrisi yang lebih baik dibanding beras dan jagung. Kandungan gizi yang dimiliki meliputi karbohidrat 84,2 persen, protein 10,7 persen, lemak 3,3 persen, dan serat 1,4 persen. Daun jewawut bisa digunakan sebagai pakan dan pakan burung.

Cara pengolahan jewawut sama dengan padi, diolah menjadi beras. Bulir-bulirnya dihaluskan menjadi tepung. Olahan inilah bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk makanan

Biji jemawut dapat diolah jadi biji utuh (whole grain), biji yang mengalami proses pengolahan (crackedgrain), bubur kental (stiff porridge), roti tidak beragi (unleavened bread), roti beragi (leavened bread), berbagai macam makanan ringan (miscellanous snacks), serta berbagai jenis minuman (beverages). 

Reporter : Tiara/Ditjen TP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018