Saturday, 29 January 2022


Tekan Stunting, 50 ribu Hektar Padi Inpari Nutrizinc Siap Berproduksi

03 Nov 2020, 09:09 WIBEditor : Gesha

Hamparan padi Nutri Zinc | Sumber Foto:istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Penurunan angka stunting dan kerawanan pangan di Indonesia terus dilakukan. Salah satunya dengan mempersiapkan 50 ribu hektar lahan sawah yang akan ditanami padi Inpari Nutrizinc. Sehingga target stunting bisa tertekan hingga 14 persen di tahun 2024 mendatang.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyatakan penanggulangan kekurangan gizi seng (Zn) sebagai penyebab stunting, sudah dilakukan pemerintah. Mulai dari suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi. Kementerian Pertanian (Kementan) sendiri telah melakukan perakitan varietas yang memiliki kandungan gizi target khususnya Zn yang tinggi, sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.

Salah satu varietas yang dihasilkan adalah varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc. Varietas ini sebagai salah satu sumber pangan yang memiliki kandungan gizi Zinc 6 persen lebih tinggi daripada varietas padi Ciherang biasanya. "Oleh karena itu, diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia. Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting," ungkap Suwandi.

Berdasarkan data deskriptif yang dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, kandungan Zn pada varietas ini adalah 34,51 ppm. Sedangkan varietas lain seperti Ciherang hanya mengandung 24,06 ppm. Varietas ini juga tahan hama dengan umur tanaman padi 115 hari dan potensi produktivitas rata-rata 6,21 ton per hektar. "Pendekatan dan implementasi di lapangan menggunakan teknologi pertanian 4.0, benih unggul, konsep korporasi dan usaha tani terpadu merupakan upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," terang Suwandi.

Untuk memperluas pertanaman varietas Inpari Nutrizinc ini, Kementerian Pertanian di tahun 2020 ini telah menanam seluas 10.000 hektar (ha) yang tersebar di 9 provinsi yaitu Provinsi Riau (212 ha), Lampung (1.600 ha), Jawa Barat (2.500 ha), Jawa Tengah (2.378 ha),  Kalimantan Barat (960 ha) , Nusa Tenggara Barat (1.300 ha), Gorontalo (400 ha) , Maluku  (450 ha) dan Papua (200 ha). "Pada tahun 2021 Kementan akan memperluas penanaman padi biofortifikasi ini seluas 50.000 dan meningkat terus tiap tahun hingga 200.000 ha pada tahun 2024," ucapnya.

Benih varietas Inpari IR Nutri Zinc, sebut Suwandi, telah tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia. Yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Kementerian Pertanian akan memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi tersebut di setiap propinsi. Produksi benih tersebut sekaligus merupakan demplot pengenalan varietas kepada stake holders di tiap propinsinya,"ujarnya.

Karena itu, Kementan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk para produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah untuk mempercepat penyebaran dan pemanfaatan padi kaya Zn ini dalam mengatasi Stunting. Pemanfaatn varietas Inpari IR Nutri Zinc ini pada gilirannya diharapkan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan kualitas sumberdaya manusianya. "Dengan kualitas sumberdaya yang unggul, diharapkan bonus demografi yang akan datang dapat bermanfaat optimal untuk mewujudkan Indonesia emas di masa depan," tandas Suwandi.

Sebelumnya pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Mentan Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak seluruh lapisan masyarakat agar melakukan gerakan bercocok tanam untuk menurunkan angka stunting pada daerah rentan rawan pangan. Terdapat 17 provinsi dan terdiri atas 267 kabupaten di 900 kecamatan yang masuk daerah rawan pangan.

"Selama ini masyarakat mengkonsumsi beras tanpa memperhatikan kelengkapan gizi. Dengan adanya Padi Inpari IR Nutri Zinc akan menjadi salah satu sumber pangan dengan kandungan zinc 6 persen lebih tinggi daripada Ciherang. Saya harus jamin di daerah rentan itu tidak stunting. Inovasi dan pengembangan benih padi nutrisi tinggi anti stunting Inpari IR-Nutri Zinc ini salah satu terobosannya," ujar SYL.

Dirinya menegaskan Kementan terus menkosolidasikan berbagai terobosan inovasi dan teknologi untuk terus memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi dan menghasilkan komoditas pangan khususnya mengatasi stunting. Dengan demikian ke depan bangsa Indonesia mampu berdaulat penuh atas pangan dan menghidupi negara-negara lain atau dunia. "Ke depan kita tidak menutup kemungkinan ekspor. Apalagi peran sektor pertanian dalam perekonomian nasional menjadi yang terdepan, terutama di era pandemi Covid 19," ucapnya.

Reporter : Kontributor
Sumber : Humas Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018