Wednesday, 10 August 2022


Deru Dores dan Senyum Petani Saat Panen Masa Pandemi

18 Nov 2020, 08:02 WIBEditor : Gesha

Panen padi di Kabupaten Malang | Sumber Foto:Ferly

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang ---Pesatnya laju konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian serta jenuhnya tingkat penerapan teknologi budidaya padi merupakan kendala serius bagi upaya peningkatan produksi padi. Dan petani masih terus berkutat meningkatkan produksinya dan tersenyum saat panen seiring dengan deru mesin dores yang mengumpulkan bulir keringat mereka.

Seperti yang dilakukan para petani yang tergabung di Kelompok Tani MERAK III dusun Juwet Manting desa Parangargo kecamatan Wagir kabupaten Malang, bersemangat ketika menghadapi masa panen kali ini. Ditengah situasi masa pandemik dan resesi ekonomi, para petani bersemangat dengan melakukan kegiatan pengubinan di lahan milik petani.

Agus Sucipto selaku ketua beserta anggota kelompok tani dan di damping oleh penyuluh wilayah binaan desa Parangargo Ferly P Tambunan serta Babinsa Serda Juriyanto dan Rizky Fanani dari MKD melakukan secara bersama-sama kegiatan ubina. Kegiatan ubinan yang dilakukan sesuai standar kegiatan mengubin dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang.

Dari hasil ubinan yang dilakukan didapat hasil gabah 9,5 kg yang setara dengan 15 ton/ha dalam keadaan basah. Sebagai pembanding didapat hasil 8 kg atau setara 13 ton/ha pada areal yang sama atau luasan hamparan milik kelompok tani. Dengan diiringi suara mesin Dores yang bergetar, para petani menyambut panen ini dengan semangat dan senyum karena hasil yang begitu melimpah. Varietas padi yang dipanen adalah varietas Ciherang Jangger yang merupakan varietas lokal. 

Dalam proses pengolahan padi pasca panen yang terpenting adalah proses perontokan. Perontokan adalah proses melepaskan butiran gabah dari jerami dengan cara menyisir atau membanting pada benda yang lebih keras atau dengan menggunakan mesin perontok.

Kegiatan panen kali ini merupakan kegiatan yang sangat di tunggu oleh para petani, dimana merupakan awal panen di dusun Juwet Manting. Kegiatan panen yang baik akan menentukan kegiatan selanjutnya. Pascapanen padi adalah tahapan kegiatan yang meliputi pemungutan (panen) perontokan, pengeringan, pengemasan, penyimpanan dan pengolahan menjadi beras untuk dipasarkan.

Penanganan pascapanen bertujuan untuk menurunkan kehilangan hasil, menekan tingkat kerusakan, dan meningkatkan daya simpan dan daya guna komoditas. Dengan adanya kerjasama antar stake holders pertanian diharapkan dapat menjaga keberhasilan pertanian secara keseluruhan, sehingga ada kemandirian pangan pada kelompok tani MERAK III ini.

Keberhasilan dalam meningkatkan produksi padi saat ini masih dinilai dengan pencapaian target produksi atau masih berpatokan pada angka-angka pencapaian target produksi. Bahkan penilaian kesuksesan sektor pertanian lebih dikaitkan dengan tingkat produktivitas dan kemampuan menyediakan kebutuhan pangan masyarakat. Kualitas produk dan peningkatan nilai tambah sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Ke depan petani dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nya dan dapat Berjaya di wilayahnya sendiri.

Reporter : Ferly
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018