Sunday, 24 January 2021


Gunakan Combine Harvester, Petani Tuban Panen Serentak

25 Nov 2020, 17:01 WIBEditor : Yulianto

Panen dengan menggunakan combine harvester di wilayah kerja BPP Tuban | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Tuban---Beberapa wilayah di Indonesia saat ini tengah memaskui musim tanam. Namun di wilayah lain ada juga yang baru masuk musim panen. Seperti di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tuban, Jawa Timur.

Dalam dua pekan ini setidaknya empat kelompok tani (poktan) yakni Poktan Nyawiji, Poktan Mekarsari, Poktan Tetap Segar I dan Poktan Tetap Segar II sedang panen. Empat kelompok tersebut berada di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban.

Dengan luasan panen sekitar 102,15 hektar (ha). Dari hasil ubinan sebanyak 4,6 kg. Umumnya petani di Tuban menggunakan varietas Ciherang. Di wilayah BPP Tuban, petani sebagian besar atau sekitar 89 persen menanam padi tiga kali (IP 300) dan sekitar 11 persen padi – padi – jagung/kacang tanah.

“Panen sudah menggunakan Combine Harvester,” kata Koordinator Penyuluh BPP Tuban, Kuslan. Menurutnya,  kelebihan menggunakan combine harvester, panen dapat dilakukan serempak hingga malam hari. Bahkan gabah lebih bersih dan hasil panen langsung dapat dikemas.

Sementara itu Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Sumardi Noor mengakui, bangga akan peningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Tuban. Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian, bahwa pertanian tidak boleh berhenti. “Saya berharap Kabupaten Tuban terus meningkatkan provitas dan menjamin stok pangan aman,” katanya.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produksi pangan, khususnya padi. Bahkan ketahanan pangan menjadi salah satu titik perhatian yang utama saat pandemi.

Kebijakan pemerintah pada aspek pangan merupakan faktor penting yang harus tercukupi. Karena itu, produktivitas padi wajib ditingkatkan untuk menjamin stok pangan aman.

Salah satu program Kementerian Pertanian untuk mendorong peran BPP dalam peningkatan produksi pangan melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Di Kostratani, penyuluh mendorong pengembangan teknologi dalam meningkatkan produktivitas secara berlipat, teknologi yang efisien serta mengurangi kehilangan hasil pertanian.

Peran kostratani pada setiap tingkat BPP Kecamatan yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat jejaring kemitraan. Dengan kelima peran tersebut diharapkan penyuluh dapat berperan mendampingi petani agar semakin bersemangat dalam menanam padi serta tanaman pangan yang lainnya.

“Penyuluh harus menyadari bahwa kegiatan menyuluh kepada petani tidak hanya sekedar kegiatan biasa untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. Pertanian itu harus bisnis. Harus bisa menghasilkan keuntungan,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi. 

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan kepada seluruh insan pertanian bahwa di tengah pandemi Covid-19, petani dan penyuluh harus tetap bersinergi menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.

“Walau masih pandemi Covid-19 don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah pangan. Setelah panen, segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur,” kata SYL.

Reporter : Rivana/Kuslan/Yeni (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018