Friday, 22 January 2021


Gelar Tanam Serempak, BPP Rogojampi Kenalkan Mekanisasi

28 Nov 2020, 09:50 WIBEditor : Yulianto

Pencanangan tanam serempak di Banyuwangi | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuwangi---Kementerian Pertanian mendorong daerah untuk mempercepat tanam guna mendongkrak produksi pangan. Bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia.

Menindaklanjuti pesan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi pun memotivasi petani melaksanakan percepatan tambah tanam. Salah satunya yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rogojampi yang menghelat acara tanam serempak menggunakan rice transplater di Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi.

Acara tersebut juga sebagai tanda dimulainya kegiatan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) Tani Unggul Desa Kedaleman sebagai upaya mengenalkan mekanisasi pertanian di desa tersebut. Mekanisasi pertanian diharapkan lebih efisien dan efektif untuk olah tanah, tanam hingga panen.

Selain menghelat percepatan tanam serempak, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi juga memberikan bantuan pupuk organik cair. Hal itu, sebagai wujud dukungan dan terimakasih pemerintah daerah kepada petani yang telah bekerja keras mewujudkan ketahanan pangan.

Hadir dalam acara tersebut Kasie Produksi dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, serta Samat Rogojampi sebagai komandan Kostratani tingkat kecamatan dan Koordinator BPP Rogojampi.

Luas lahan sawah di Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi sekitar 175 ha yang terbagi menjadi lima wilayah kelompok tani. Diharapkan, pada pertengahan Desember 2020 seluruh lahan tersebut sudah tutup tanam.

Kholid Abrori, penyuluh pertanian desa Kedaleman mengatakan acara ini sengaja dilaksanakan sebagai wujud penyuluh pertanian selalu hadir mendampingi dan memotivasi petani.  “Penyuluh pertanian adalah ujung tombak perjuangan peningkatan SDM pertanian harus terus melaksanakan proses diseminasi melalui wadah kelompok tani,” katanya.

Karena itu menurutnya, terobosan harus dilakukan semua pihak untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Bukan hanya itu, tapi juga mampu menyejahterakan petani serta mewujudkan ketahanan pangan.

Sebagai salah satu ujung tombak perekonomian, pertanian merupakan sumber pangan yang mutlak dibutuhkan oleh manusia. Karena itu setiap petani mempunyai tanggung jawab besar dalam mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia guna terpenuhinya stok pangan yang aman. Pandemi Covid 19 yang sampai saat masih belum usai, tidak menyurutkan semangat petani di Kabupaten Banyuwangi untuk mengamankan stok pangan

Mentan SYL dalam berbagai kesempatan menegaskan, agar kita memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air, baik ketersediaan barang pangan maupun ketersediaan akses untuk mendapatkannya. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di situasi pandemi Covid-19.

“Penyuluh juga bisa mendampingi petani untuk genjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” tegas SYL.

Hal ini juga turut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang mengatakan bahwa pertanian menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19.  "Walau masih pandemi Covid-19, pertanian jangan berhenti, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan,” tegas Dedi.

Reporter : Feby Cahayaningrum/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018