Senin, 15 Juli 2024


Sebar Pethuk, Cara Petani Kebumen Kejar Musim Tanam

14 Des 2020, 10:31 WIBEditor : Yulianto

Petani di Desa Sinungrejo, Kecamatan Ambal. Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kini tengah menyambut panen. | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Kebumen---Petani di Desa Sinungrejo, Kecamatan Ambal. Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kini tengah menyambut panen. Setelah panen, petani langsung bersiap tanam kembali dengan membuat persemaian atau dikenal dengan sebar pethuk.

Siti Maesaroh, PPL di BPP Ambal mengatakan, setelah dilakukan panen, petani biasanya segera melakukan sebar pethuk dan membuat persemaian secepatnya untuk mengejar musim tanam berikutnya agar tidak tertinggal mencapai indeks pertanaman (IP) 300. “Petani di Desa Sinungrejo mengunakan pola tanam padi-padi-padi atau padi-padi-palawija. Setelah panen, petani disini juga melakukan sebar pethuk,” katanya.

Untuk persiapan musim tanam, pihaknya selalu mempersiapkan dengan baik, salah satunya dengan pemilihan benih yang unggul dan pemilihan teknologi yang bagus, sehingga hasilnya panen bisa lebih maksimal.

“Saat ini petani tengah melaksanakan panen. Sebelum panen, penyuluh pertanian membuat ubinan saat panen, sehingga hasil produksi padi bisa diprediksi untuk mengetahui jumlah produktivitas setiap musim tanam,” tuturnya.

Kegiatan panen dan ubinan dilakukan di Kelompok Tani (Poktan) Sukomulyo. Poktan Sukomulyo merupakan satu dari Poktan di Desa Sinungrejo yang merupakan bagian dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) Sri Karya. Selain Sukomulyo, juga terdapat 4 poktan lainnya, yaitu Sumber Makmur, Sumber Mulyo, Sumber Rejeki, dan Sumber Bahagia.

Desa Sinungrejo sendiri memiliki luas lahan sawah sekitar 204,04 hektar (ha) dengan irigasi teknis. Lokasi panen dilaksanakan di Poktan Sukomulyo dengan luas lahan 40 ha varietas IR 64 Jumbo yang ditanam menggunakan teknologi sistem jajar legowo 4:1. Perlakuan tanam menggunakan pemupukan berimbang, pengolahan lahan yang baik serta pengendalian hama secara terpadu.

Kegiatan ubinan dilakukan dengan cara mengukur lokasi panen 2,5 m x 2,5 m, dilanjutkan dengan perontokkan menggunakan power treser untuk mempermudah proses perontokan gabah. Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator BPP Kecamatan Ambal, Endang PMH, Kepala Desa Sinungrejo, Mulyanto, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di BPP Ambal, serta anggota Poktan Sukomulyo.

Endang menyampaikan, hasil ubinan petak I diperoleh 3,605 kg, dan petak II 3,825 kg. Dari hasil tersebut diperoleh rata-rata hasil ubinan 3,715 kg atau jika dikonversikan menjadi 5,944 ton/ha. “Jadi per 100 ubin diperoleh hasil produksi 8,491 kwintak. Untuk luasan lahan yang dipanen sekitar 1 hektar,” ujarnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, tantangan yang dihadapi pertanian saat ini adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat indonesia. Pemerintah memang harus memastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air.

“Saya mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk tetap sehat di situasi pandemi covid-19. Bisa mendampingi petani untuk genjot produksi, sama-sama turun ke lapangan, sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” tutur SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan, pandemi Covid-19 mempengaruhi perekonomian, namun sektor pertanian terus kokoh lantaran kerja keras petani didampingi penyuluh.

“Petani harus turun ke lapangan, penyuluh harus turun ke lapangan dan mendampingi petani. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bermasalah. Pangan tidak boleh bersoal. Untuk itu, kita harus tanam dan memastikan produksi tidak berhenti,” tegas Dedi.

Reporter : Siti Maesaroh/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018