Saturday, 16 January 2021


Jurus Antisipasi Serangan Hama di tengah Pandemi

07 Jan 2021, 16:38 WIBEditor : Gesha

Antisipasi serangan hama | Sumber Foto:Ferly

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Prediksi serangan hama dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memantau kemunculan serangan hama sehingga luas serangan hama dapat diantisipasi dan dapat dilakukan pencegahan. Tentu saja, petani harus tetap didampingi oleh penyuluh dalam penggunaan pestisida agar terkendali dan tidak mencemari lingkungan.

Desa Parangargo Kecamatan Wagir merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Kelompoktani Merak II yang diketuai Suwanto dan petani anggota kelompok dalam memasuki musim tanam kali ini mengantisipasi adanya serangan hama penyakit pada tanaman padinya dengan melakukan tindakan preventif penyemprotan tanaman padi usia 1 bulan (30 hari) secara serempak. "Sekarang sudah masuk penghujan yang sangat deras dan serangan hama selalu ganas di musim seperti ini," ungkap mereka. 

Penyemprotan yang dilakukan dengan pengawasan dari Petugas Pengamat Organisme Tanaman (POPT) Kecamatan Wagir Pramudyanto secara ketat. Hal itu dilakukan jika benar-benar mengantisipasi serangan yang berlebih atau sudah mencapai ambang batas serangan.

Penyuluh wilayah Ferly Tambunan menggandeng tim Formulator Multi Kreasi Dharma (MKD) Rizky Fanani dalam memberikan bantuan secara gratis sebanyak 2 tangki kepada masing-masing petani. Penyemprotan ini merupakan awal aplikasi serangan insektisida dan fungisida untuk antisipasi serangan hama dan penyakit pada tanaman padi.

Petugas POPT dan Penyuluh juga memberikan informasi tindakan yang diperlukan untuk sedikit demi sedikit mengurangi pemakaian dan penggunaan bahan kimia. Salah satu cara adalah manipulasi lingkungan atau rekayasa ekologi berpeluang menekan perkembangan penyakit tanaman.

"Bisa dilakukan dengan mengelola komponen budidaya secara selektif, di antaranya pemilihan varietas tahan, penggunaan benih sehat, pengolahan tanah secara sempurna, penggunaan bahan organik, keserempakan tanam pada waktu yang tepat, pemupukan berimbang dan pengaturan pengairan tanaman. Selain efektif, teknologi pengendalian penyakit berdasarkan komponen epidemik ini juga dapat menekan biaya produksi dan mengurangi tingkat kehilangan hasil panen padi," bebernya.

 

Reporter : Ferly Tambunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018